SobatPro, arus dana hari ini terlihat bergeser dari mode “panik” ke mode “menimbang peluang” setelah tensi geopolitik Greenland terdengar lebih reda. Saat ancaman tarif dan narasi konfrontasi tidak lagi segarang sebelumnya, pasar cenderung mengurangi posisi defensif—ini yang membuat sentimen risk-on muncul lagi secara bertahap.
Di sisi yield & obligasi, sorotan datang dari Jepang. Pasar obligasi Jepang sempat gelisah karena wacana pemotongan pajak memunculkan pertanyaan besar soal disiplin fiskal dan sumber pembiayaan defisit. Ketika kepercayaan fiskal diuji, investor biasanya meminta kompensasi lebih tinggi—yang pada akhirnya membuat yield mudah bergejolak dan yen ikut rawan volatil, apalagi menjelang agenda kebijakan BoJ.
Untuk USD & DXY, dolar terlihat mendapat “nafas” lagi. Meredanya tail risk membuat sebagian pelaku pasar menutup posisi anti-USD dan kembali memegang dolar sebagai aset likuid utama. Dampaknya terasa ke mayor pair: euro dan pound cenderung kehilangan momentum, sementara USD kembali stabil menguat tipis.
Di komoditas, emas mengalami koreksi setelah mencetak rekor—lebih karena profit-taking dan risk sentiment yang membaik, bukan karena cerita safe haven benar-benar selesai. Selama isu kepercayaan dan ketidakpastian kebijakan masih ada, emas tetap punya basis permintaan, hanya saja ritmenya jadi lebih naik-turun. Minyak cenderung menguat pelan mengikuti membaiknya selera risiko, namun tetap sensitif pada narasi demand global dan dinamika pasokan.
Untuk index & risk assets, mood pasar membaik seiring meredanya headline ekstrem. Tapi investor masih “pasang telinga” ke data AS malam ini—karena hasilnya bisa mengubah ekspektasi suku bunga, menggerakkan yield, lalu merembet cepat ke USD, komoditas, sampai indeks.
Kalau SobatPro butuh versi ringkas “peta arus dana” yang lebih rapi (sentimen–yield–USD–komoditas–index) untuk dibaca cepat sebelum sesi US, langsung chat tim asiaprofx ya—biar update-nya singkat, padat, dan terarah.
#TradingLebihBaik di www.asiaprofx.com
Disclaimer: Transaksi PBK beresiko tinggi. Informasi ini bersifat edukasi, bukan saran investasi. Selalu lakukan analisis pribadi sebelum membuat keputusan trading.