SobatPro, market pagi ini masuk fase yang menarik. Ketegangan geopolitik belum benar-benar hilang, tetapi nada pasar mulai berubah setelah muncul pernyataan bahwa perang Iran bisa berakhir lebih cepat. Efeknya langsung terasa: oil terkoreksi tajam, bursa Asia memantul, dan arus safe haven yang kemarin mendorong dolar mulai sedikit mereda. Meski begitu, ancaman terhadap jalur energi global masih jadi faktor yang belum selesai, jadi sentimen tetap rapuh.
Dari sisi fundamental, pasar sekarang sedang menarik napas di antara dua narasi besar. Pertama, meredanya kekhawatiran konflik membuat permintaan aset aman berkurang. Kedua, lonjakan energi sebelumnya masih menyisakan risiko inflasi baru. Proyeksi yang beredar menunjukkan bila kenaikan oil bertahan beberapa bulan, inflasi AS bisa terdorong lebih tinggi mendekati 3%, dan kondisi ini dapat menunda ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. Di Eropa, shock energi juga mulai mendorong pricing pasar ke arah suku bunga yang lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.
Secara teknikal, XAUUSD pada chart 15 menit yang SobatPro kirim terlihat sedang naik kembali menuju area supply terdekat di kisaran 5.160–5.175. Area ini penting karena sebelumnya menjadi zona respon seller, dan sekarang harga sedang mengujinya lagi setelah recovery dari area bawah. Selama emas masih bertahan di atas zona 5.100, bias intraday-nya masih cenderung bertahan, tetapi ruang naik tampak mulai padat karena harga sudah masuk area distribusi pendek. Bila gagal menembus area atas itu, emas berisiko kembali melemah dan membuka jalan retracement ke bawah 5.100, lalu berpotensi meluas ke area 5.03x–5.00x sesuai struktur yang terlihat di chart. Ini membuat pergerakan emas hari ini lebih cocok dibaca sebagai fase uji kekuatan, bukan tren bebas tanpa hambatan.
Untuk DXY, indeks dolar masih terlihat tertahan di bawah area 99. Rebound memang ada, tetapi belum cukup kuat untuk mengubah struktur menjadi dominan bullish. Artinya, dolar masih dalam posisi defensif setelah safe haven bid mulai berkurang. Selama DXY belum mampu pulih konsisten di atas 99, ruang penguatan USD masih terlihat terbatas, dan ini menjadi alasan kenapa emas belum jatuh terlalu dalam meski market risk sentiment sedikit membaik.
Fokus berikutnya ada pada data inflasi AS. CPI Februari dijadwalkan rilis Rabu, 11 Maret 2026, disusul PCE pada Jumat, 13 Maret 2026. Dua data ini akan sangat menentukan apakah pasar kembali mendorong dolar, atau justru mempertahankan tekanan karena ekspektasi kebijakan masih belum solid. Jadi, untuk hari ini radar market tetap mengarah ke kombinasi tiga hal: headline Iran, pergerakan oil, dan positioning menjelang data inflasi AS.
Kesimpulannya, emas sedang menguji zona krusial atas, sementara dolar belum menunjukkan pemulihan yang meyakinkan. Selama geopolitik belum benar-benar reda dan data inflasi belum keluar, market masih sangat headline-driven. SobatPro yang ingin update market harian lebih terarah bisa langsung hubungi tim asiaprofx.
#TradingLebihBaik di www.asiaprofx.com
Disclaimer: Transaksi PBK berisiko tinggi. Informasi ini bersifat edukasi, bukan saran investasi. Selalu lakukan analisis pribadi sebelum membuat keputusan trading.