Apa itu Indikator Bollinger Band ?

Apa itu Indikator Bollinger Band ?

Bollinger Band adalah salah satu indikator teknikal yang digunakan untuk mengukur volatilitas dan menentukan arah trend pergerakan harga. Bollinger Band disebut juga dengan garis Bollinger. Indikator yang berasal dari nama John Bollinger ini merupakan salah satu indikator yang populer di kalangan para trader dalam menyusun strategi trading. 

Indikator Bollinger Band ini berfungsi sebagai pengukur volatilitas pasar. Apabila volatilitas sedang tinggi, maka jarak kedua band (upper dan lower) makin melebar. Biasanya ini terjadi ketika terdapat perubahan kondisi pasar sideways menjadi kondisi trending. Sebaliknya, volatilitas pasar yang rendah akan terlihat pada jarak kedua band yang semakin menyempit, dan ini terjadi ketika terdapat perubahan dari kondisi pasar trending menjadi sidewaysTrending artinya harga menunjukkan kecenderungan bergerak ke satu arah saja, entah itu naik saja ataupun turun saja. Sedangkan sideways berarti harga cenderung bergerak naik-turun-naik-turun dalam kisaran terbatas.

Trading Dengan Bollinger Band Saat Sideways

Ketika pasar cenderung berada pada pasar sideways, Anda dapat melakukan open position (entry) ketika harga sudah melewati garis SMA 20 dengan target pada level band terdekat. Ini dilakukan dengan aturan:

  1. Apabila harga menembus level SMA-20 ke arah atas, maka entry dapat dilakukan saat candle ditutup di atas SMA-20 dengan target close position (exit) ketika harga mencapai upper band.
  2. Sedangkan jika harga menembus level SMA-20 ke arah bawah, maka entry dapat dilakukan saat candle ditutup di bawah SMA-20 dengan target close position (exit) ketika harga mencapai lower band.

Trading Dengan Bollinger Band Saat Trend

Lazimnya, orang-orang menggunakan Bollinger Band ketika keadaan pasar sideways. Tetapi, sebenarnya bisa juga dilakukan ketika keadaan pasar berada pada pasar trending dengan aturan:

  1. Kondisi uptrend terjadi apabila harga telah melewati upper band dan harga penutupan berada di luar
  2. Kondisi downtrend terjadi apabila harga telah melewati lower band dan ditutup di luar band.

.