Euro Menguat terhadap Dolar AS di Atas 1,1600 di Tengah Respons Eropa atas Ancaman Tarif Trump
Pasangan mata uang EUR/USD menguat ke sekitar 1,1625 pada awal sesi Eropa hari Senin, mengakhiri penurunan empat hari berturut-turut. Penguatan Euro terjadi karena Dolar AS berada di bawah tekanan setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menaikkan tarif terhadap delapan negara Eropa yang menentang rencananya untuk mengambil alih Greenland. Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh libur pasar AS dalam rangka Hari Martin Luther King Jr.
Trump mengumumkan tarif sebesar 10% mulai 1 Februari, yang akan dinaikkan menjadi 25% pada Juni, terhadap negara-negara Eropa termasuk Jerman, Prancis, Inggris, dan negara-negara Nordik. Eropa merespons dengan sikap tegas dan berencana menggelar pertemuan darurat untuk membahas kemungkinan langkah balasan. Kekhawatiran akan eskalasi perang dagang serta dampak jangka panjang kebijakan tarif tersebut menekan Greenback dan mendukung penguatan EUR/USD.
Meski demikian, potensi pelemahan Dolar AS masih dapat tertahan oleh membaiknya data pasar tenaga kerja AS yang dirilis pekan lalu. Data tersebut mendorong pasar untuk menunda ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve hingga bulan Juni. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar memperkirakan peluang hampir 95% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan FOMC akhir Januari 2026.
#TradingLebihBaik di www.asiaprofx.com
Disclaimer: Transaksi PBK beresiko tinggi. Informasi ini bersifat edukasi, bukan saran investasi. Selalu lakukan analisis pribadi sebelum membuat keputusan trading.