Emas Naik di Balik Permintaan Safe-Haven di Tengah Ketegangan Geopolitik, Penguatan USD Batasi Kenaikan
Emas menarik pembeli baru saat ketegangan geopolitik terus mendukung aset-aset safe-haven.
Dolar AS mempertahankan statusnya sebagai mata uang cadangan global dan mungkin membatasi logam mulia ini.
Para pedagang kini menantikan data makro AS, meskipun fokus tetap pada perkembangan geopolitik.
Emas (XAU/USD) terlihat membangun pemantulan hari sebelumnya dari level-level di bawah level psikologis $5.000, atau terendah lebih dari satu minggu, dan mendapatkan traksi positif selama perdagangan sesi Asia pada hari Rabu. Para investor tetap khawatir terhadap konflik berkepanjangan di Timur Tengah dan dampaknya terhadap ekonomi global di tengah lingkungan yang sudah tidak pasti. Faktanya, Presiden AS, Donald Trump, mengatakan bahwa operasi militer AS di Iran bisa memakan waktu empat hingga lima minggu, dan serangan lebih lanjut akan terus dilakukan selama diperlukan. Hal ini terus membebani sentimen investor, yang terlihat dari sentimen yang umumnya lebih lemah di sekitar pasar ekuitas dan mendukung permintaan safe-haven bullion.
Sementara itu, penutupan Selat Hormuz – salah satu titik sumbat energi paling kritis di dunia – menyebabkan lonjakan harga Minyak Mentah baru-baru ini ke level tertinggi sejak Juni 2025. Selain itu, Iran telah menargetkan infrastruktur yang penting bagi produksi energi dunia sebagai bagian dari pembalasan dan memperingatkan bahwa mereka tidak akan membiarkan setetes pun minyak keluar dari wilayah tersebut. Ini telah meningkatkan kekhawatiran akan krisis energi baru yang dapat meningkatkan inflasi dan memaksa Federal Reserve (The Fed) AS untuk memperlambat atau mengurangi rencananya untuk memangkas suku bunga lebih lanjut. Prospek ini, pada gilirannya, membantu Dolar AS (USD) mempertahankan statusnya sebagai mata uang cadangan dominan dan mungkin membatasi Emas yang tidak berimbal hasil, yang mengharuskan para pedagang bullish untuk berhati-hati.
Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak Greenback terhadap sekeranjang mata uang, tetap dekat dengan level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan dan membatasi komoditas. Oleh karena itu, akan lebih bijaksana menunggu penguatan yang berkelanjutan dan penerimaan di atas level $5.200 sebelum para pembeli XAU/USD mulai memposisikan diri untuk apresiasi lebih lanjut dalam perdagangan harian. Para pedagang kini menantikan jadwal ekonomi AS – yang menampilkan rilis laporan ADP tentang ketenagakerjaan sektor swasta dan PMI Jasa ISM. Data tersebut mungkin tidak memberikan dorongan yang signifikan bagi Dolar atau harga Emas, karena fokus tetap terfokus pada perkembangan seputar perang AS-Israel-Iran yang sedang berlangsung.
#TradingLebihBaik di www.asiaprofx.com
Disclaimer: Transaksi PBK beresiko tinggi. Informasi ini bersifat edukasi, bukan saran investasi. Selalu lakukan analisis pribadi sebelum membuat keputusan trading.