Harga emas spot melanjutkan reli tajam dan mendekati level $5.600 per ons pada Kamis, mencetak rekor tertinggi baru karena investor memburu aset safe-haven di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global. Emas naik 2,7% ke $5.542,29/oz setelah sempat menyentuh $5.591,61. Sejak menembus $5.000 awal pekan ini, emas telah naik lebih dari 10% dalam sepekan dan lebih dari 27% sepanjang tahun, didukung permintaan perlindungan nilai, pembelian bank sentral, serta dolar AS yang melemah.
Reli emas didorong oleh kombinasi faktor makro dan geopolitik, termasuk lonjakan utang AS, tanda-tanda fragmentasi sistem perdagangan global, serta ketegangan AS–Iran setelah Presiden AS Donald Trump mendesak Tehran mencapai kesepakatan nuklir dan Iran mengancam balasan. Dari sisi kebijakan, Federal Reserve menahan suku bunga, dengan Ketua Fed Jerome Powell menegaskan inflasi masih di atas target. Dukungan tambahan datang dari rencana Tether untuk mengalokasikan 10%–15% portofolio investasinya ke emas fisik, serta meningkatnya minat ritel di Shanghai dan Hong Kong.
Sementara itu, perak mendekati $120/oz, diperdagangkan di $117,87 setelah mencetak rekor $119,34, ditopang permintaan investor yang mencari alternatif lebih murah dari emas, kekurangan pasokan, dan aksi momentum—dengan kenaikan lebih dari 60% tahun ini. Platinum juga menguat ke $2.723,40 (sempat rekor $2.918,80), sedangkan palladium melemah ke $2.041,20. Meski reli emas terlihat parabolik dan berisiko koreksi jangka pendek, para analis menilai fundamental tetap kuat, sehingga setiap penurunan berpotensi menjadi peluang beli.
#TradingLebihBaik di www.asiaprofx.com
Disclaimer: Transaksi PBK beresiko tinggi. Informasi ini bersifat edukasi, bukan saran investasi. Selalu lakukan analisis pribadi sebelum membuat keputusan trading.