Harga minyak tetap stabil dengan fokus pada ancaman tarif Trump terkait Greenland.

Harga minyak tetap stabil dengan fokus pada ancaman tarif Trump terkait Greenland.

Harga minyak relatif stabil dalam perdagangan Asia pada Senin setelah fluktuasi besar pekan lalu akibat kekhawatiran tentang risiko pasokan Iran, sementara perhatian beralih ke ancaman tarif Presiden AS Donald Trump terhadap Eropa terkait upayanya untuk mengakuisisi Greenland.

Pada pukul 21:10 ET (02:10 GMT), kontrak berjangka minyak Brent yang jatuh tempo pada Maret tetap stabil di $64,10 per barel. Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tidak diperdagangkan pada Senin karena libur nasional di AS.

Harga minyak berakhir lebih tinggi secara keseluruhan pada pekan lalu, tetapi kenaikan awal yang tajam berkurang setelah komentar Trump meredakan kekhawatiran akan eskalasi militer yang segera melibatkan Iran.

Harga minyak stabil seiring meredanya risiko pasokan dari Iran

Harga minyak mentah sebelumnya naik pada awal pekan lalu karena kekhawatiran bahwa kerusuhan di Iran dapat mengganggu pasokan minyak dari Timur Tengah, wilayah yang menyumbang porsi signifikan dari produksi global.

Namun, sebagian besar kenaikan tersebut memudar setelah Trump mengatakan tidak akan ada intervensi militer AS secara segera, memicu penurunan harga sebelum stabil pada akhir pekan.

Trump mengancam tarif UE atas Greenland

Perhatian kini beralih ke perkembangan perdagangan setelah Trump mengatakan akan memberlakukan tarif terhadap delapan negara Eropa yang menentang rencananya untuk AS mengakuisisi Greenland.

Negara-negara yang menjadi sasaran termasuk Prancis, Jerman, dan Inggris, serta beberapa negara Nordik dan Eropa Utara.

Trump mengatakan tarif 10% akan berlaku pada 1 Februari, naik menjadi 25% pada Juni jika tidak ada kesepakatan, yang meningkatkan kemungkinan sengketa perdagangan transatlantik yang lebih luas.

Laporan media menyarankan bahwa Uni Eropa sedang mempersiapkan untuk menghentikan perjanjian perdagangan UE-AS yang diusulkan sebagai respons dan mungkin menghidupkan kembali paket tarif senilai 93 miliar euro atas barang-barang AS.

Pejabat Prancis juga mendesak UE untuk menggunakan alat anti-paksaan terhadap Washington, langkah yang dapat secara signifikan meningkatkan ketegangan antara kedua belah pihak, menurut laporan.

“Akan ada banyak perbincangan seputar perkembangan ini minggu ini, terutama karena para pemimpin dunia dan bisnis berkumpul di Forum Ekonomi Dunia di Davos,” kata analis ING dalam catatan riset.

Peserta pasar juga memantau sinyal makroekonomi yang lebih luas, termasuk ekspektasi pemotongan suku bunga AS pada akhir tahun ini, yang dapat mendukung permintaan minyak dengan meredakan kondisi keuangan.

#TradingLebihBaik di www.asiaprofx.com
Disclaimer: Transaksi PBK beresiko tinggi. Informasi ini bersifat edukasi, bukan saran investasi. Selalu lakukan analisis pribadi sebelum membuat keputusan trading.

Komunitas AsiaproFx

Bergabung bersama Komunitas Whatsapp AsiaproFx

Chat via WhatsApp
Tutup