Intervensi Verbal Kembali Mengemuka, Yen Jepang Menguat
Pasangan USD/JPY melanjutkan pelemahannya untuk sesi keempat berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar 152,90 pada sesi Asia hari Kamis. Pelemahan ini terjadi seiring menguatnya Yen Jepang setelah otoritas Tokyo kembali melontarkan peringatan terkait potensi intervensi di pasar valuta asing. Pernyataan tegas dari pejabat Jepang meningkatkan kewaspadaan pelaku pasar terhadap pergerakan Yen yang terlalu volatil.
Pejabat FX teratas Jepang, Atsushi Mimura, menegaskan bahwa pemerintah memantau pergerakan pasar dengan tingkat urgensi yang tinggi dan siap merespons jika diperlukan. Dukungan tambahan bagi Yen juga datang dari optimisme terhadap agenda fiskal ekspansif Perdana Menteri Sanae Takaichi, yang dipandang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi domestik dan meningkatkan kepercayaan investor terhadap aset Jepang.
Di sisi lain, pelemahan USD/JPY berpotensi terbatas karena Dolar AS tetap mendapat dukungan dari data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan, yang mendorong sikap lebih hati-hati dari Federal Reserve. Laporan Nonfarm Payrolls Januari yang solid mengurangi peluang pelonggaran kebijakan dalam waktu dekat, sehingga perhatian pasar kini tertuju pada rilis data inflasi AS yang akan datang sebagai penentu arah pergerakan selanjutnya.
#TradingLebihBaik di www.asiaprofx.com
Disclaimer: Transaksi PBK beresiko tinggi. Informasi ini bersifat edukasi, bukan saran investasi. Selalu lakukan analisis pribadi sebelum membuat keputusan trading.