Harga WTI Melemah ke Area $64,00 di Tengah Bayang-Bayang Risiko Geopolitik
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) melemah ke sekitar $64,00 per barel pada perdagangan Asia Jumat setelah mencatat kenaikan selama tiga hari berturut-turut. Meski begitu, WTI masih berada di jalur kenaikan bulanan sekitar 12%, yang terutama didukung oleh premi risiko geopolitik yang tinggi. Tekanan penurunan jangka pendek tidak menghapus sentimen positif secara keseluruhan terhadap harga minyak.
Ketegangan geopolitik tetap menjadi faktor utama pendukung harga. Iran memperingatkan akan melakukan pembalasan tanpa preseden menyusul ancaman baru dari Presiden AS Donald Trump terkait dorongan pembicaraan nuklir. Situasi semakin memanas setelah Uni Eropa menetapkan Korps Pengawal Revolusi Islam Iran sebagai organisasi teroris, sementara AS meningkatkan kehadiran militernya di sekitar Iran dan Teheran menggelar latihan militer di Selat Hormuz, jalur penting bagi pengiriman minyak dan LNG global. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi.
Di sisi lain, pemerintahan Trump melonggarkan sebagian sanksi terhadap industri minyak Venezuela untuk menarik investasi AS, memungkinkan perusahaan Amerika kembali beroperasi dalam produksi dan distribusi minyak Venezuela. Selain itu, harga minyak juga mendapat dukungan dari gangguan pasokan global, termasuk masalah produksi di Kazakhstan, cuaca ekstrem di AS, serta pembatasan yang lebih ketat terhadap pembelian minyak Rusia. Faktor-faktor ini membantu menopang harga minyak meskipun pasar masih mencermati potensi kelebihan pasokan ke depan.
#TradingLebihBaik di www.asiaprofx.com
Disclaimer: Transaksi PBK beresiko tinggi. Informasi ini bersifat edukasi, bukan saran investasi. Selalu lakukan analisis pribadi sebelum membuat keputusan trading.