WTI Bertahan di Area $65 di Tengah Ketegangan Geopolitik Global
Harga Minyak West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di sekitar $65,00 per barel setelah turun tajam hampir 5% pada sesi sebelumnya. Meski melemah, harga minyak berpeluang rebound karena pasar masih dibayangi kekhawatiran pasokan, terutama akibat meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, serta terhentinya perundingan damai antara Ukraina dan Rusia.
Perundingan AS–Iran belum menghasilkan kesepakatan konkret. Iran menyebut hanya ada kerangka umum untuk kemungkinan kesepakatan nuklir, sementara Wakil Presiden AS JD Vance menilai Teheran gagal memenuhi batas toleransi Washington. Presiden AS Donald Trump juga menegaskan bahwa opsi militer masih terbuka. Di sisi lain, perundingan damai Ukraina–Rusia di Jenewa berakhir tanpa kemajuan, dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menuduh Rusia mengulur waktu, sementara konflik terus menekan infrastruktur energi.
Dari sisi data dan perdagangan, laporan Reuters menyebut India mulai membeli minyak mentah Venezuela kembali, yang menandakan pergeseran arus pasokan global. Selain itu, American Petroleum Institute (API) melaporkan stok minyak mentah AS turun 0,609 juta barel pekan lalu, sebagian mengoreksi lonjakan besar sebelumnya. Penurunan stok ini memberi sinyal pasokan yang lebih ketat dan berpotensi menjadi penopang harga WTI dalam jangka pendek.
#TradingLebihBaik di www.asiaprofx.com
Disclaimer: Transaksi PBK beresiko tinggi. Informasi ini bersifat edukasi, bukan saran investasi. Selalu lakukan analisis pribadi sebelum membuat keputusan trading.