Harga Minyak WTI Tertahan di Sekitar $60,50 di Tengah Kekhawatiran Kelebihan Pasokan
Harga minyak WTI turun tipis ke sekitar $60,60 per barel pada sesi Asia hari Kamis, mengakhiri kenaikan empat hari berturut-turut. Tekanan muncul setelah IEA menegaskan pasokan minyak global akan jauh melebihi permintaan tahun ini, meskipun pertumbuhan permintaan meningkat secara moderat. Kekhawatiran oversupply juga diperkuat oleh data industri yang menunjukkan persediaan minyak mentah AS naik sekitar 3 juta barel pekan lalu.
Meski demikian, penurunan harga minyak relatif terbatas karena meredanya ketegangan geopolitik yang membantu mengurangi risiko penurunan permintaan energi. Presiden AS Donald Trump menyatakan mundur dari rencana penerapan tarif terhadap negara-negara Eropa terkait isu Greenland dan mengungkapkan bahwa AS dan NATO telah membentuk kerangka kerja kesepakatan masa depan mengenai Greenland, meski detailnya belum jelas.
Harga minyak juga mendapat dukungan dari optimisme pasokan yang lebih ketat, menyusul penutupan sementara ladang minyak Tengiz dan Korolev di Kazakhstan, termasuk deklarasi force majeure oleh operator Tengiz terhadap pengiriman melalui pipa CPC. Di sisi lain, ekspor minyak Venezuela ke AS masih bergerak lambat, meski Valero Energy mencatat pembelian pertama minyak mentah Venezuela di bawah kesepakatan impor dengan Washington, yang membatasi potensi pemulihan produksi secara cepat.
#TradingLebihBaik di www.asiaprofx.com
Disclaimer: Transaksi PBK beresiko tinggi. Informasi ini bersifat edukasi, bukan saran investasi. Selalu lakukan analisis pribadi sebelum membuat keputusan trading.