WTI Pertahankan Pelemahan Dekat $62,50 seiring Kekhawatiran atas Konflik AS–Iran Mereda

WTI Pertahankan Pelemahan Dekat $62,50 seiring Kekhawatiran atas Konflik AS–Iran Mereda

WTI tetap tertekan seiring meredanya ketegangan AS–Iran setelah pembicaraan diplomatik yang diperbarui.

Iran dan AS sepakat untuk melanjutkan pembicaraan nuklir tidak langsung setelah diskusi positif di Oman, meskipun masih ada perbedaan yang tersisa.

Pengolah minyak India menghindari pembelian minyak Rusia untuk pengiriman bulan April dan kemungkinan akan memperpanjang jeda tersebut.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) tetap rendah setelah mencatatkan kenaikan moderat di sesi sebelumnya, diperdagangkan di sekitar $62,70 per barel selama awal perdagangan sesi Eropa pada hari Senin. Harga minyak mentah tetap berada di bawah tekanan seiring kekhawatiran akan potensi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mereda setelah keterlibatan diplomatik yang diperbarui.

Iran dan AS sepakat untuk melanjutkan pembicaraan nuklir tidak langsung setelah kedua belah pihak menggambarkan diskusi yang diadakan di Oman pada hari Jumat sebagai positif, meskipun perbedaan yang tersisa masih ada. Pembicaraan tersebut membantu meredakan ketakutan bahwa kegagalan negosiasi dapat mendorong Timur Tengah lebih dekat ke konflik, meskipun AS telah memperkuat kehadiran militernya di kawasan tersebut.

Investor tetap berhati-hati terhadap kemungkinan gangguan pasokan dari Iran dan produsen regional lainnya, mengingat pengiriman yang setara dengan sekitar sepertiga dari konsumsi minyak global melintasi Selat Hormuz antara Oman dan Iran.

Sementara itu, sumber pengolahan dan perdagangan mengatakan pengolah minyak India menghindari pembelian minyak Rusia untuk pengiriman bulan April dan diharapkan akan memperpanjang jeda ini, langkah yang dapat mendukung upaya New Delhi untuk menyelesaikan perjanjian perdagangan dengan Washington. AS dan India semakin mendekati kesepakatan semacam itu pada hari Jumat, mengumumkan kerangka kerja yang bertujuan untuk memotong tarif dan memperkuat kerjasama ekonomi, dengan target tanggal penyelesaian pada bulan Maret.

Menurut laporan Reuters, Indian Oil, Bharat Petroleum, dan Reliance Industries tidak menerima tawaran untuk minyak mentah Rusia yang dimuat pada bulan Maret dan April. Sementara beberapa pengiriman minyak Rusia sudah dijadwalkan untuk bulan Maret, sebagian besar pengolah minyak India lainnya telah menghentikan pembelian baru.

#TradingLebihBaik di www.asiaprofx.com
Disclaimer: Transaksi PBK beresiko tinggi. Informasi ini bersifat edukasi, bukan saran investasi. Selalu lakukan analisis pribadi sebelum membuat keputusan trading.

Komunitas AsiaproFx

Bergabung bersama Komunitas Whatsapp AsiaproFx

Chat via WhatsApp
Tutup