Emas Bangkit ke Level $5.000, Perak Catat Kenaikan Tajam Setelah Pergerakan Ekstrem
Harga emas dan perak menguat pada perdagangan Asia hari Senin setelah mengalami pergerakan yang sangat volatil pekan lalu. Penguatan ini terjadi meskipun permintaan safe-haven cenderung melemah seiring adanya kemajuan pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran terkait isu nuklir, yang mengurangi kekhawatiran geopolitik. Pasar kini menaruh perhatian besar pada rilis data ekonomi penting AS minggu ini, terutama Nonfarm Payrolls dan inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI), yang akan memberikan petunjuk arah kebijakan moneter AS ke depan. Emas spot naik 0,7% mendekati $5.000 per ons, sementara perak melonjak lebih dari 3%, pulih dari tekanan tajam yang terjadi minggu lalu.
Pergerakan ekstrem logam mulia pekan lalu dipicu oleh ketidakpastian arah kebijakan moneter AS setelah Kevin Warsh ditunjuk sebagai calon Ketua Federal Reserve berikutnya. Penunjukan ini mendorong penguatan Dolar AS, yang memicu aksi ambil untung besar-besaran di pasar emas dan perak setelah keduanya sebelumnya mencetak rekor harga. Meski sempat terkoreksi tajam dari level tertinggi awal Februari, emas dan perak masing-masing masih mencatatkan kenaikan sekitar 15% dan 5% sepanjang tahun 2026, mencerminkan minat investor yang tetap solid di tengah dinamika kebijakan dan ekonomi global.
#TradingLebihBaik di www.asiaprofx.com
Disclaimer: Transaksi PBK beresiko tinggi. Informasi ini bersifat edukasi, bukan saran investasi. Selalu lakukan analisis pribadi sebelum membuat keputusan trading.