Tekanan Fiskal dan Risiko Politik Membebani Yen Jepang Meski BoJ Bersikap Hawkish
Yen Jepang (JPY) melemah dan mundur dari level tertinggi hampir tiga bulan terhadap Dolar AS pada sesi Asia hari Rabu. Pelemahan ini dipicu oleh kekhawatiran fiskal Jepang, ketidakpastian politik menjelang pemilihan mendadak 8 Februari, serta sentimen risiko global yang positif yang mengurangi minat terhadap JPY sebagai aset safe-haven. Rencana belanja agresif dan pemotongan pajak Perdana Menteri Sanae Takaichi semakin memperbesar kekhawatiran terhadap kondisi keuangan publik Jepang.
Di sisi kebijakan moneter, pasar mengabaikan risalah rapat BoJ yang bernada hawkish, meskipun bank sentral menegaskan kesiapan untuk melanjutkan kenaikan suku bunga seiring pemulihan ekonomi dan siklus upah-harga yang stabil. Kekhawatiran dampak Yen yang lemah terhadap inflasi, ditambah risiko fiskal dan politik domestik, justru mendorong tekanan jual pada JPY. Meski demikian, perbedaan pandangan kebijakan antara BoJ dan Federal Reserve, di mana Fed diperkirakan masih akan memangkas suku bunga, berpotensi membatasi penguatan USD/JPY.
Sementara itu, Dolar AS berusaha pulih menjelang keputusan suku bunga FOMC, dengan perhatian tertuju pada komentar Ketua Fed Jerome Powell terkait arah penurunan suku bunga ke depan. Meski USD mendapat dukungan jangka pendek, kekhawatiran terhadap independensi The Fed dan risiko kebijakan AS dapat membatasi penguatannya. Secara teknikal, USD/JPY tetap rentan setelah bertahan di bawah SMA 100-hari, menjaga bias jangka pendek tetap bearish meskipun masih ada peluang pemantulan korektif.
#TradingLebihBaik di www.asiaprofx.com
Disclaimer: Transaksi PBK beresiko tinggi. Informasi ini bersifat edukasi, bukan saran investasi. Selalu lakukan analisis pribadi sebelum membuat keputusan trading.