Pemerintah Jepang mengindikasikan bahwa ekonomi negara tersebut memasuki fase inflasi baru—yang semakin didorong oleh kenaikan upah pekerja, sedangkan tekanan inflasi sebelumnya sebagian besar berasal dari biaya impor yang lebih tinggi. Pada hari Rabu (21 Oktober 2026), Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama menyatakan bahwa pergeseran ini merupakan perkembangan signifikan dalam perekonomian domestik, karena Jepang berupaya mendorong pertumbuhan yang lebih berkelanjutan baik dalam upah maupun harga di tengah tingginya biaya hidup.
Pergeseran struktural dalam inflasi ini terjadi seiring dengan terus diperketatnya kebijakan moneter oleh Bank Sentral Jepang (BOJ). September lalu, bank sentral menaikkan suku bunga acuan menjadi 1,25%—tingkat tertinggi dalam 31 tahun. Langkah ini dimaksudkan untuk mengekang tekanan inflasi yang dipicu oleh kenaikan harga energi, biaya impor yang tinggi—diperparah oleh melemahnya yen—dan permintaan global yang kuat untuk produk teknologi. Kondisi ini telah meningkatkan fokus pasar pada kemungkinan penyesuaian suku bunga lebih lanjut jika inflasi tetap berada di atas target 2% BOJ.
Sementara itu, pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi berencana memberikan dukungan ekonomi melalui pengurangan pajak konsumsi atas barang-barang pangan, bersamaan dengan bantuan langsung kepada rumah tangga. Pemerintah bermaksud memangkas tarif pajak konsumsi pangan sebesar 8% selama dua tahun, dimulai pada April 2027, untuk meringankan beban biaya hidup. Namun, langkah-langkah stimulus tersebut juga dapat meningkatkan permintaan domestik dan menambah tekanan lebih lanjut pada inflasi. Menteri Katayama menekankan bahwa pemerintah dan BOJ tetap sejalan dalam upaya mereka untuk mencapai keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga. (CP)
Analisa pergerakan market USDJPY masih berpotensi terkoreksi bullish yang dimana market USDJPY menguji area resistance terdekatnya yang berada di level harga 158.678 sebelum pelanjutan trend bearish nya. Scenario Market Watch USDJPY berpotensi Bullish yang dimana market USDJPY menguji resistance nya terlebih dahulu 158.978 sebelum pelanjutan trend bearishnya.
Untuk area Support 1 (S1) 157.906 support 2 (S2) 157.722
Untuk area Resistance (R1) 158.499 dan resistance 2 (R2) 158.683