Bank of Japan Siap untuk Pertahankan Suku Bunga Tidak Berubah saat Pasar Mencari Petunjuk Kenaikan Berikutnya

Bank of Japan Siap untuk Pertahankan Suku Bunga Tidak Berubah saat Pasar Mencari Petunjuk Kenaikan Berikutnya

Bank of Japan (BoJ) diprakirakan akan meninggalkan suku bunga jangka pendek tidak berubah di 0,5% setelah tinjauan kebijakan moneter dua hari yang berakhir pada hari Selasa.

Tanpa proyeksi ekonomi kuartalan, seluruh fokus akan tertuju pada rencana BoJ untuk mengurangi pembelian obligasi pemerintah Jepang (Japanese government bond/JGB) dan petunjuk mengenai penentuan waktu kenaikan suku bunga berikutnya. Pengumuman kebijakan BoJ kemungkinan akan memicu volatilitas di sekitar Yen Jepang (JPY).

Apa yang Diprakirakan dari Keputusan Suku Bunga BoJ?

BoJ diprakirakan akan melanjutkan jeda dalam siklus kenaikan suku bunganya untuk tiga bulan berturut-turut di bulan Juni, mempertahankan suku bunga kebijakan di level tertinggi dalam 17 tahun.

Pada pertemuan kebijakan 30 April-1 Mei, bank sentral Jepang tetap pada retorika bahwa ia "akan terus menaikkan suku bunga jika ekonomi dan harga bergerak sesuai dengan proyeksi."

Bank juga merujuk pada prospek yang lebih volatil akibat kebijakan perdagangan AS: "Ketidakpastian mengenai dampak tarif pada ekonomi tetap tinggi bahkan setelah tarif ditetapkan."

Sejak saat itu, ketegangan perdagangan telah mereda, berkat gencatan senjata perdagangan AS-Tiongkok dan prospek perjanjian perdagangan AS dengan Jepang dan Uni Eropa (UE).

"Jika negosiasi perdagangan antara negara-negara berjalan dan ketidakpastian pada kebijakan perdagangan berkurang, ekonomi luar negeri akan kembali ke jalur pertumbuhan moderat. Itu, pada gilirannya, akan mempercepat pertumbuhan ekonomi Jepang," kata Ueda dalam sebuah pidato sebelumnya bulan ini, menjaga harapan kenaikan suku bunga lainnya pada akhir tahun.

Oleh karena itu, pasar memprakirakan Kepala BoJ, Ueda, akan sedikit hawkish saat berbicara tentang prospek suku bunga selama konferensi pers pasca-pertemuan kebijakan pada pukul 06:30 GMT (13:30 WIB).

Selain itu, kekhawatiran terhadap inflasi makanan yang persisten, terutama akibat meningkatnya biaya beras pokok Jepang, dapat mendorong Ueda untuk menyampaikan pesan hawkish.

"Jepang kini mengalami putaran kedua inflasi harga makanan yang dipicu oleh guncangan pasokan, yang menambah momentum inflasi dari upah yang lebih tinggi," kata Ueda sebelumnya.

Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) inti Jepang telah melampaui target 2% BoJ selama lebih dari tiga tahun dan mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua tahun 3,5% pada bulan April, sebagian besar disebabkan oleh lonjakan harga makanan sebesar 7%, menurut Reuters.

Selain komunikasi BoJ mengenai langkah suku bunga berikutnya, pasar juga akan memantau dengan cermat penilaian bank sentral terhadap rencana pengurangan JGB saat ini sebesar JPY400 miliar per kuartal.

Menurut laporan yang dimuat oleh Nikkei Asian Review pada hari Sabtu lalu, BoJ sedang mempertimbangkan untuk mengurangi laju pengurangan pembelian JGB menjadi JPY200 miliar ($1,4 miliar) mulai April 2026.

Rencana tapering BoJ diprakirakan akan didukung oleh mayoritas anggota dewan kebijakan, tambah Nikkei.

Potensi pengurangan rencana tapering bank sentral tetap penting mengingat gejolak pasar obligasi baru-baru ini ketika imbal hasil JGB 40 tahun mencapai level tertinggi sepanjang masa.

Bagaimana Keputusan Suku Bunga Bank of Japan Dapat Mempengaruhi USD/JPY?

Pasangan mata uang USD/JPY terus diperdagangkan dalam kisaran 250 pip yang familiar di sekitar 144,00 menjelang acara BoJ.

Jika BoJ mempertahankan retorika untuk tetap bergantung pada data dan mengikuti pendekatan pertemuan demi pertemuan dalam keputusan kebijakan, Yen Jepang (JPY) dapat mengalami tekanan jual yang intens terhadap Dolar AS (USD), mendorong USD/JPY kembali menuju resistance statis 146,50.

Sebaliknya, USD/JPY dapat melanjutkan tren penurunannya menuju 142,00 jika BoJ mengungkapkan kekhawatiran terhadap kenaikan biaya makanan yang persisten dan mengakui meredanya ketegangan perdagangan. Sikap hawkish BoJ dapat meningkatkan peluang kenaikan suku bunga lainnya menjelang akhir tahun ini, memicu rally baru JPY.

Reaksi besar terhadap pengumuman kebijakan BoJ dapat bersifat sementara karena konferensi pers Gubernur Ueda dapat menyuntikkan volatilitas baru di sekitar pasangan mata uang ini.

AsiaproFx adalah pialang berjangka terpercaya di Indonesia yang telah terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI).

Komunitas AsiaproFx

Bergabung bersama Komunitas Whatsapp AsiaproFx

Chat via WhatsApp
Tutup