Pergerakan mata uang Euro (EUR) berhasil mempertahankan traksi positif dan merangkak naik menguji kisaran level 1,1250 terhadap Dolar AS (USD) pada perdagangan sesi Asia hari Rabu. Penguatan ini dipicu oleh tekanan yang dialami Dolar AS akibat sikap hati-hati para pelaku pasar global dalam mencermati rilis hasil Pemilu Paruh Waktu (Midterm Elections) AS.
Indeks Dolar AS (DXY) terpantau terkoreksi ke kisaran 101,73. Pasar mengantisipasi potensi terjadinya ketidakpastian politik di Washington jika terjadi pembagian kekuasaan (gridlock) di parlemen AS. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat pengesahan berbagai kebijakan fiskal baru sehingga memicu kekhawatiran pelaku pasar dan menekan posisi Dolar AS.
Di sisi lain, pergerakan Euro turut ditopang oleh rilis data ekonomi Kawasan Eropa yang stabil. Data Indeks Harga Konsumen yang Diharmoniskan (HICP) menunjukkan tingkat inflasi tahunan berada pada angka 3,9%, sementara inflasi inti bertahan di level 2,5%. Rilis angka inflasi yang tetap solid ini memberikan ruang bagi Bank Sentral Eropa (ECB) untuk tidak terburu-buru melakukan pemangkasan suku bunga acuan.
Dari sudut pandang teknikal, pasangan EUR/USD saat ini bergerak menguji area resistance terdekat pada level 1,1250. Apabila dorongan beli (bullish momentum) berlanjut, target penguatan berikutnya berpotensi mengarah ke zona 1,1280 hingga 1,1300. Sebaliknya, jika aksi untung (profit taking) terjadi, level support terdekat diperkirakan berada di area 1,1200 hingga 1,1160.
Saat ini para investor menantikan hasil resmi perhitungan suara pemilu AS serta rilis data tenaga kerja AS (JOLTS) untuk memvalidasi tren pergerakan nilai tukar selanjutnya.