Efek Pemilu Paruh Waktu AS Tekan Dolar, Harga Emas Melejit Rebut Kembali Level Psikologis US$4.000

05 Nov 2026   •   14
Efek Pemilu Paruh Waktu AS Tekan Dolar, Harga Emas Melejit Rebut Kembali Level Psikologis US$4.000
Pergerakan harga emas dunia mencatatkan lonjakan tajam pada perdagangan sesi Rabu hingga Kamis pagi ini. Logam mulia berstatus safe haven ini sukses mengamuk lebih dari 3% dan kembali merebut level psikologis US$4.000 per troy ons setelah sempat tertekan pada penutupan pekan lalu.

Pada perdagangan pasar spot, harga emas menguat signifikan sebesar 3,4% menuju posisi US$4.065,4 per troy ons, sebelum bergerak stabil pada kisaran US$4.062,69 per troy ons di sesi perdagangan Asia pagi ini. Kenaikan tajam ini turut diikuti oleh komoditas logam perak yang melonjak hingga 4,9% ke level US$52,22 per troy ons.

Katalis utama di balik reli kuat sang logam mulia datang dari kekalahan Partai Republik pendukung Donald Trump dalam Pemilu Paruh Waktu (Midterm Elections) AS 2026. Keberhasilan Partai Demokrat menguasai kendali parlemen AS memicu pelemahan tajam pada Indeks Dolar AS (DXY) sebesar 0,37% ke posisi 101,49. Tertekannya nilai tukar greenback serta penurunan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS secara otomatis menjadikan harga emas jauh lebih murah dan menarik bagi para pemegang mata uang lainnya.

Selain itu, tingginya permintaan emas turut didorong oleh perannya sebagai aset pelindung nilai (safe haven) di tengah berlanjutnya ketidakpastian geopolitik kawasan Timur Tengah serta prospek ketatnya peta politik Washington.

Dari perspektif analisis teknikal, harga emas spot (XAU/USD) saat ini menguji area resistance terdekat pada kisaran US$4.075 per troy ons. Apabila dorongan beli (*bullish momentum*) terus berlanjut, harga emas berpotensi melanjutkan kenaikannya menuju target berikutnya di area US$4.204 hingga US$4.215 per troy ons. Sebaliknya, jika terjadi aksi *profit taking*, tingkat pembalikan arah (*support*) terdekat berada pada posisi US$3.967 hingga titik pivot di US$3.932 per troy ons.

Para pelaku pasar kini mengalihkan perhatian pada rilis data tenaga kerja AS (Non-Farm Payrolls) serta pengumuman rincian arah kebijakan moneter Federal Reserve untuk memvalidasi tren pergerakan harga emas selanjutnya.
Login Sign Up