Sinyal Damai AS-Iran Bikin Pasar Dilema, Harga Minyak WTI Tertahan Ketat di Atas Level US$96 per Barel

04 Nov 2026   •   1
Sinyal Damai AS-Iran Bikin Pasar Dilema, Harga Minyak WTI Tertahan Ketat di Atas Level US$96 per Barel

Pergerakan harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) terpantau merangkak naik terbatas dan bertahan konsisten di atas kisaran US$96,00 per barel pada perdagangan pertengahan pekan ini. Penguatan komoditas energi ini dibayangi oleh dilema pasar antara harapan diplomasi perdamaian AS-Iran serta kehati-hatian atas eskalasi ketegangan geopolitik kawasan Timur Tengah.

Sebelumnya, komoditas minyak sempat terpangkas tajam hingga 7,36% menuju area terendah harian di kisaran US$95,15 per barel akibat menguatnya wacana negosiasi diplomasi dan potensi pembukaan kembali Selat Hormuz. Namun, belum adanya kepastian konkret mengenai pencabutan sanksi serta rilis data ketenagakerjaan dan arah Pemilu Paruh Waktu (Midterm Elections) AS menahan aksi jual berlanjut. Kondisi tersebut memicu aksi beli balik (rebound) teknikal dari para pelaku pasar.

Di sisi lain, proyeksi jangka panjang lembaga keuangan global seperti Goldman Sachs masih menyoroti risiko gangguan pasokan fisik minyak. Analisis tersebut memperkirakan apabila konflik di kawasan Teluk terus mengganggu kelancaran produksi dan distribusi, harga minyak mentah Brent berpotensi kembali terdorong hingga menembus US$105 hingga US$140 per barel.

Secara teknikal, pergerakan WTI masih menunjukkan struktur positif selama bertahan di atas batas support psikologis US$96,00. Jika tren dorongan beli berlanjut, area resistance terdekat berada di posisi US$98,50 dengan target lanjutan menguji kisaran US$100,00 hingga US$104,84 per barel. Sebaliknya, jika proses negosiasi berujung pada penurunan tensi yang signifikan, tingkat pembalikan arah (support) berikutnya menguji level US$95,00 hingga US$92,80.

Para investor kini tetap mencermati perkembangan jalur diplomasi internasional serta data persediaan minyak mentah mingguan AS untuk menentukan arah pergerakan harga komoditas global selanjutnya.

Login Sign Up