Nilai tukar Yen Jepang (JPY) kembali melemah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi perdagangan Asia hari Kamis. Pasangan mata uang USD/JPY berhasil memulihkan posisi hingga diperdagangkan di kisaran 158,00, rebound dari penurunan sebelumnya seiring dengan bangkitnya kekuatan Dolar AS pasca-pengumuman kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).
Faktor Penyebab Naik Turunnya Harga Mata Uang
Dinamika pergerakan nilai tukar USD/JPY didorong oleh beberapa faktor fundamental utama:
Keputusan Suku Bunga The Fed dan Perbedaan Pendapat: The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,75% hingga 4,00%. Keputusan ini diwarnai perbedaan pendapat (dissenting vote), dengan dua pengambil kebijakan memilih kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps).
Sikap Tegas (Hawkish) Kevin Warsh: Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas harga dan mencapai target inflasi 2%. Ia mengindikasikan jadwal kebijakan moneter mendatang yang mencakup delapan pertemuan pada tahun depan serta enam pertemuan penetapan kebijakan pada tahun 2028.
Arus Keluar dari Aset Safe-Haven: Daya tarik Yen Jepang sebagai aset aman (safe haven) tertekan seiring penurunan harga obligasi pemerintah dan meningkatnya optimisme pasar di sektor teknologi. Laporan kinerja keuangan kuartal III yang solid dari produsen cip asal Korea Selatan, SK Hynix, memicu penguatan sentimen positif pasar berbasis kecerdasan buatan (AI).
Ekspektasi Keputusan Bank of Japan (BoJ): Meskipun BoJ diperkirakan secara luas akan mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan hari Jumat, para pelaku pasar mencermati potensi sinyal kenaikan suku bunga pada bulan Desember untuk meredam tekanan inflasi domestik yang berkelanjutan.
Pengaruh Intervensi Valuta Asing (Analisis Rabobank): Analis Rabobank mencatat bahwa JPY merupakan mata uang berkinerja terbaik kedua di kelompok G10 dalam setengah tahun terakhir (setelah Kroner Norwegia/NOK) dan terbaik keempat sepanjang tahun berjalan. Namun, Rabobank mengingatkan bahwa intervensi valas dalam jumlah signifikan oleh otoritas Jepang menjadi faktor kunci yang menopang nilai Yen selama ini.