Mengenal Kontrak Berjangka
Apa Itu Kontrak Berjangka?
Kontrak berjangka adalah perjanjian sah antara seller untuk menyerahkan komoditi dalam jumlah yang spesifik dan kualitas yang spesifik dari komoditas tertentu, dalam waktu yang telah ditentukan di masa depan pada harga yang telah disetujui pada saat kontrak pertama kali dilakukan kepada buyer.
Berbeda dengan kontrak forward, kontrak futures diperdagangkan di bursa yang menjadikan keamanan transaksi dan penyelesaian transaksi lebih terjamin. Bursa menstandarisasi komoditi yang diperdagangkan, oleh sebab itu komoditi yang diperdagangkan harus memenuhi spesifikasi tertentu.
Ketika berspekulasi atau hedging menggunakan kontrak berjangka, pelaku pasar harus mengenal mekanisme kontrak itu berjalan. Pelaku pasar dapat mengenal kontrak berjangka melalui spesifikasi kontrak yang distandarisasikan oleh bursa.
Spesifikasi Kontrak Berjangka
Spesifikasi kontrak menjelaskan jumlah aset dan mutu aset dalam satu kontrak. Spesifikasi kontrak meliputi spesifikasi mutu, bulan perdagangan, Contract Size, Tick Size, dan sebagainya. Berikut contoh spesifikasi kontrak berjangka emas XAUUSD yang diperdagangkan di Asiapro.
Ukuran Kontrak
Ukuran kontrak (contract size) menentukan banyaknya jumlah aset yang dapat diperdagangkan dalam setiap kontrak. Ukuran kontrak disesuaikan dengan kebutuhan pasar, sehingga ukuran kontrak dapat efektif diperdagangkan.
Spesifikasi Mutu
Spesifikasi mutu menentukan standar mutu dari komoditas yang diperdagangkan di bursa. Pada dasarnya standar mutu disesuaikan dengan kualitas akhir produksi dari suatu daerah dalam memproduksi suatu komoditas dan biasanya merujuk pada standar yg telah berlaku di pasar fisik.
Bulan Kontrak
Bulan kontrak adalah tenggat akhir waktu kapan kontrak tersebut aktif diperdagangkan. Bulan kontrak juga disesuaikan dengan waktu produksi komoditi tertentu khususnya agrikultur, karena bulan panen juga mendasari penentuan bulan kontrak aktif diperdagangkan. Maka dari itu, bulan kontrak setiap komoditi dapat berbeda-beda disebabkan faktor-faktor yang mendasari produksi dan kebutuhan pasar dari komoditi tersebut.
Tick Size
Tick size merupakan perubahan harga minimum yang berlaku pada suatu kontrak. Contohnya tick size dalam kontrak berjangka emas XAUUSD yang diperdagangkan di Asiapro memiliki tick size sebesar Rp100 per gram maka harga dapat berubah setiap Rp100 dan kelipatannya.
Batas Posisi
Batas posisi adalah jumlah maksimum posisi beli atau posisi jual netto setiap hari yang diperkenankan untuk dikuasai oleh setiap pihak dalam 1 (satu) bulan kontrak atau untuk seluruh Bulan Kontrak.
Posisi Wajib Lapor
Posisi Wajib Lapor adalah posisi beli atau posisi jual netto yang dikuasai oleh setiap pihak pada saat penutupan hari perdagangan. Dalam perdagangan di bursa berjangka, untuk meminimalisir risiko dan menjaga integritas pasar, pelaku pasar yang memiliki kontrak berjangka di atas batas yang sudah ditetapkan diharuskan untuk melapor kepada lembaga kliring. Selain untuk meminimalkan risiko integritas pasar, posisi wajib lapor ini bertujuan untuk mengetahui pihak-pihak mana yang memiliki posisi dalam jumlah besar yang memiliki tujuan untuk lindung nilai atau hanya untuk berspekulasi.
Margin
Margin adalah jumlah dana minimal yang harus disiapkan nasabah untuk membuka posisi pada kontrak berjangka. Pada dasarnya margin ini dibagi menjadi 2 jenis, yakni margin kontrak berjangka dan margin spot. Pada margin kontrak berjangka, margin ditetapkan oleh bursa dan berlaku selama bulan-bulan kontrak tersebut berada dalam bulan berjangka. Sementara margin spot diterapkan pada kontrak-kontrak berjangka yang berada di dalam bulan spot. Biasanya, margin bulan spot akan lebih tinggi dari margin kontrak berjangka.
Penyelesaian
Penyelesaian adalah tahap akhir dari kontrak berjangka yang menentukan cara bagaimana sebuah kontrak akan diselesaikan, apakah melalui penyelesaian secara tunai atau fisik. Pada penyelesaian tunai, semua posisi terbuka akan diselesaikan dengan harga penyelesaian pada hari perdagangan terakhir.
Pada penyelesaian fisik, penjual atau pembeli yang ingin melakukan penyerahan fisik akan menyerahkan form pemberitahuan kepada lembaga kliring berjangka dengan alokasi dilakukan oleh Lembaga Kliring sementara para pihak bersiap untuk melakukan penerimaan atau penyerahan.
Minimum Lot Penyerahan
Khusus bagi para pelaku pasar berjangka dan yang memiliki posisi Kontrak Berjangka serta telah memilih mekanisme penyerahan, maka bagi para pemilik posisi tersebut wajib melakukan penyerahan atau penerimaan.
Tempat Penyerahan
Pada kontrak dengan penyerahan, tempat penyerahan menjadi sangat krusial karena selain meminimalisir biaya transportasi, penentuan tempat penyerahan ini bertujuan untuk memberikan keamanan dan kemudahan akses.