Emas Menguat di Tengah Sentimen Risk-Off

Emas Menguat di Tengah Sentimen Risk-Off

Wall Street Melemah di Tengah Kekhawatiran Valuasi Teknologi

Saham-saham AS kembali tertekan, dengan S&P 500 dan Dow mencatat penurunan beruntun empat hari. S&P 500 sudah melemah 3,4% di periode tersebut. Kekhawatiran terhadap valuasi tinggi sektor teknologi meningkat karena pasar menantikan laporan Nvidia yang dianggap dapat menentukan keberlanjutan reli AI.

Home Depot juga memberi tekanan tambahan setelah memproyeksikan penurunan laba tahunan yang lebih tajam dari perkiraan, mencerminkan menurunnya kekuatan belanja konsumen AS.

Penurunan pasar saham global semakin terlihat pada perdagangan di Eropa dan Asia. Di AS, Dow Jones turun 1,07%, S&P 500 melemah 0,83%, dan Nasdaq merosot 1,21%. STOXX 600 di Eropa jatuh 1,72%, sementara FTSEurofirst 300 tertekan 1,71%.

Di Asia, MSCI Asia-Pacific di luar Jepang turun 1,9%, sementara Nikkei anjlok 3,22%. Kekhawatiran terhadap prospek ekonomi global dan melemahnya permintaan memperburuk sentimen kawasan.

Dolar Menguat, WTI Naik

Di pasar valuta, dolar AS mempertahankan penguatannya terhadap yen dan euro. Ketidakpastian fiskal Jepang serta pencarian katalis baru terkait kebijakan The Fed menjaga volatilitas tetap tinggi.

Harga minyak berbalik naik meski risiko kelebihan pasokan tetap membayangi hingga 2026. WTI ditutup di $60,74 per barel, sementara pasar tetap memantau dampak sanksi AS terhadap Rosneft dan Lukoil yang mulai berlaku 21 November.

Emas Menguat di Tengah Sentimen Risk-Off

Emas menguat di tengah penurunan pasar saham global yang semakin meluas jelang rilis laporan kinerja Nvidia. Kenaikan harga logam mulia ini terjadi karena investor mulai mencari aset aman setelah indeks saham di AS, Eropa, dan Asia kompak berada di zona merah. Kondisi tersebut membuat minat terhadap aset lindung nilai meningkat, sehingga emas menguat di tengah penurunan pasar saham global yang dipicu kekhawatiran atas valuasi teknologi. Sentimen risk-off ini memicu perpindahan dana ke aset lindung nilai menjelang rilis data ekonomi utama Amerika Serikat.

Harga emas naik ke sekitar $4.070 per ons setelah tiga hari melemah. Penguatan ini terjadi karena investor menunggu rilis data ekonomi AS yang padat, termasuk payroll dan risalah FOMC, yang akan menentukan arah kebijakan suku bunga.

Data terbaru menunjukkan klaim pengangguran meningkat ke 232.000 dengan klaim lanjutan mencapai posisi tertinggi sejak Agustus. Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember kini menurun menjadi sekitar 46%.

Komunitas AsiaproFx

Bergabung bersama Komunitas Whatsapp AsiaproFx

Chat via WhatsApp
Tutup