GBP/USD Diperdagangkan di Bawah 1,3100 di Tengah USD yang Kuat dan Ketidakpastian Anggaran Inggris
GBP/USD memulai minggu baru dengan sentimen lebih lemah karena ekspektasi The Fed yang kurang dovish mendukung USD.
Ketidakpastian anggaran Inggris dan taruhan terhadap pemotongan suku bunga BoE berkontribusi pada kinerja relatif Poundsterling yang buruk.
Para pedagang minggu ini akan menantikan rilis makro AS yang penting untuk mendapatkan dorongan yang signifikan.
Pasangan mata uang GBP/USD kesulitan untuk memanfaatkan kenaikan yang tercatat selama dua hari terakhir dan memulai minggu baru dengan sentimen lebih lemah di tengah Dolar AS (USD) yang secara umum lebih kuat. Namun, harga spot berhasil bertahan dengan nyaman di atas swing low minggu lalu dan saat ini diperdagangkan sedikit di bawah level 1,3100, turun kurang dari 0,15% untuk hari ini.
Indeks USD (DXY), yang melacak Greenback terhadap sekeranjang mata uang, berada di dekat level tertinggi sejak akhir Mei di tengah ekspektasi Federal Reserve (The Fed) yang kurang dovish. Faktanya, peluang untuk pemotongan suku bunga lainnya oleh bank sentral AS pada bulan Desember semakin berkurang setelah rilis laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS untuk bulan September yang sebagian besar positif ditunda. Hal ini mengimbangi kekhawatiran terhadap melemahnya momentum ekonomi akibat penutupan pemerintah AS terpanjang dalam sejarah dan terus mendukung USD, serta membebani pasangan mata uang GBP/USD.
Poundsterling Inggris (GBP), di sisi lain, terus mengalami kinerja relatif yang buruk di tengah ketidakpastian seputar anggaran Inggris yang akan datang dan meningkatnya taruhan pada pemotongan suku bunga oleh Bank of England (BoE) bulan depan. Hal ini, pada gilirannya, dipandang sebagai faktor utama yang bertindak sebagai penghalang bagi pasangan mata uang GBP/USD. Namun, para pedagang tampaknya enggan untuk menempatkan taruhan terarah yang agresif dan memilih untuk menunggu Anggaran Musim Gugur Kanselir Inggris Rachel Reeves pada hari Rabu. Selain itu, data makro AS yang penting akan memainkan peran utama dalam memberikan dorongan baru.
Agenda ekonomi AS yang cukup sibuk minggu ini menampilkan rilis Indeks Harga Produsen (IHP) dan data Penjualan Ritel yang sebelumnya tertunda, bersama dengan Indeks Keyakinan Konsumen dari Conference Board pada hari Selasa. Ini akan diikuti oleh laporan pendahuluan PDB kuartal ketiga dan laporan Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditure/PCE) pada hari Rabu. Laporan tersebut akan memberikan lebih banyak petunjuk tentang jalur pemangkasan suku bunga The Fed dan mempengaruhi dinamika harga USD jangka pendek, yang, pada gilirannya, seharusnya membantu menentukan langkah arah berikutnya untuk pasangan mata uang GBP/USD.