Gold & DXY Radar Senin 23 Maret 2026: Dolar Bangkit, Emas Kehilangan Tenaga di Tengah Gelombang Risk-Off
SobatPro, pembukaan market hari ini menunjukkan perubahan arus yang cukup tegas. DXY kembali menguat, sementara gold tertekan tajam setelah pasar global semakin fokus pada efek lanjutan konflik Timur Tengah terhadap inflasi, energi, dan arah kebijakan bank sentral. Di tengah tensi geopolitik yang masih memanas, pasar justru lebih banyak mengalir ke dolar dibanding emas.
Dari sisi fundamental, sentimen utama datang dari meningkatnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global, terutama jalur Hormuz. Goldman Sachs menaikkan proyeksi minyak 2026 menjadi Brent US$85 dan WTI US$79, dengan asumsi gangguan suplai berlangsung lebih lama. Kenaikan outlook ini memperkuat narasi bahwa tekanan inflasi belum benar-benar reda, sehingga pasar mulai menahan ekspektasi pelonggaran suku bunga yang sebelumnya sempat diharapkan lebih agresif.
Dalam kondisi seperti ini, dolar mendapat dua dorongan sekaligus. Pertama, statusnya sebagai aset aman saat risk sentiment memburuk. Kedua, naiknya kekhawatiran bahwa suku bunga global akan bertahan lebih ketat lebih lama karena lonjakan harga energi. Reuters melaporkan dolar indeks bergerak naik ke sekitar 99,53, dengan euro, pound, dan aussie berada dalam tekanan di awal pekan. Ini membuat DXY kembali jadi pusat perhatian market hari ini.
Sementara itu, gold justru melemah cukup dalam. Emas turun sekitar 2% dan bergerak di area US$4.395. Secara naratif, ini menegaskan bahwa pasar saat ini sedang menempatkan emas bukan sebagai pemenang utama fase krisis, melainkan sebagai aset yang ikut tertekan oleh kombinasi dolar yang lebih kuat, yield yang tinggi, dan kebutuhan likuiditas. Jadi, walau konflik masih panas, emas belum mendapat dukungan penuh karena pelaku pasar lebih dahulu memburu greenback.
Untuk radar hari ini, DXY terlihat masih ditopang sentimen defensif, apalagi pasar juga mencerna bahwa dampak perang bisa membuat bank sentral besar lebih berhati-hati soal pemangkasan suku bunga. Di sisi lain, gold sedang menghadapi ujian besar: jika tekanan dolar dan yield bertahan, ruang pemulihan emas bisa tetap terbatas walau headline geopolitik belum mereda. Narasi besar market saat ini bukan sekadar perang, tetapi perang yang mendorong inflasi baru.
Fokus SobatPro berikutnya ada pada rangkaian data Flash PMI Eropa, Inggris, dan AS, lalu berlanjut ke Australia CPI, UK CPI, dan US Unemployment Claims dalam pekan ini. Jika data aktivitas masih solid sementara tekanan harga tetap tinggi, maka dolar bisa mempertahankan tenaga, dan emas berisiko tetap bergerak dalam tekanan sentimen makro.
Di tengah market yang makin sensitif terhadap headline global, SobatPro perlu menjaga fokus pada arus fundamental yang sedang dominan. Untuk informasi akun dan layanan trading, langsung hubungi tim AsiaproFx agar bisa melangkah lebih terarah.
#TradingLebihBaik di www.asiaprofx.com
Disclaimer: Transaksi PBK berisiko tinggi. Informasi ini bersifat edukasi, bukan saran investasi. Selalu lakukan analisis pribadi sebelum membuat keputusan trading.