Gold & DXY Radar Selasa 24 Feb 2026: Tariff Trump Guncang Sentimen, Safe Haven Tetap Dicari
SobatPro, pembukaan pekan ini masih didominasi tema besar: tarif ala Trump yang kembali jadi “pemicu volatilitas”, ditambah tensi geopolitik yang bikin pasar cepat berubah arah. Dampaknya terasa jelas di dua instrumen utama: Gold yang tetap sensitif pada arus safe haven, dan DXY yang bergerak lebih hati-hati karena pasar menimbang ulang arah kebijakan, yield, dan risiko global.
Di Gold (XAUUSD), struktur intraday masih menunjukkan kecenderungan bullish, tapi ritmenya “kasar”: sempat naik mendekati 5.240–5.250 lalu terjadi penurunan cepat sebelum harga kembali stabil di area 5.180-an. Pola seperti ini biasanya muncul ketika pasar selesai “menguras likuiditas” pasca reli, lalu menunggu katalis headline berikutnya. Area penahan terdekat yang terlihat di chart berada di 5.160–5.170, sementara area atas yang kembali jadi magnet perhatian pasar ada di 5.220 dan 5.240–5.260.
Sementara itu DXY cenderung konsolidasi di sekitar 97.79 setelah dua sesi sebelumnya bergerak melemah. Ini memberi ruang napas untuk Gold, karena dolar yang tidak agresif biasanya mengurangi tekanan langsung terhadap komoditas. Secara intraday, DXY tampak sensitif pada perubahan “tone” berita: ketika headline tarif memanas, pasar bisa lari ke defensif; ketika muncul narasi tarif dipangkas/terbatas, arus modal bisa berubah cepat dan dolar tidak selalu jadi pemenang tunggal.
Fundamentalnya, kaitannya dengan Trump cukup “nempel” hari ini. Putusan pengadilan yang menekan jalur tarif darurat memunculkan ekspektasi tarif terhadap China bisa lebih ringan, sehingga yuan menguat mendekati level terkuat hampir 3 tahun—pasar mulai pricing potensi ekspor China lebih lega dan arus valas masuk tetap deras. Namun sisi lainnya, muncul wacana tarif baru (bahkan ancaman dinaikkan lagi) yang membuat sentimen global tetap rawan “risk-off”. Kombinasi dua narasi yang saling tarik-menarik inilah yang menjaga Gold tetap dilirik, sekaligus membuat DXY tidak melaju mulus.
Untuk SobatPro yang lagi fokus memantau volatilitas harian, fase seperti ini biasanya ditentukan oleh headline lanjutan: perkembangan paket tarif, respons negara mitra dagang, dan isu geopolitik (termasuk dinamika AS–Iran) yang berpotensi mengubah ekspektasi inflasi dan arah yield AS. Kalau headline makin keras, Gold sering dapat dorongan safe haven; kalau pasar melihat ruang pelonggaran tarif dan risk appetite membaik, DXY bisa lebih “ke tengah” dan Gold bisa bergerak lebih selektif.
Kalau SobatPro pengin update versi ringkas yang siap dipakai untuk pantau momentum dan eksekusi (tanpa kebanyakan drama), langsung hubungi tim AsiaproFx—sekalian cek spread XAU yang kompetitif dan opsi free swap biar posisi lebih nyaman saat market lagi sensitif berita.
#TradingLebihBaik di www.asiaprofx.com
Disclaimer: Transaksi PBK beresiko tinggi. Informasi ini bersifat edukasi, bukan saran investasi. Selalu lakukan analisis pribadi sebelum membuat keputusan trading.