Gold & DXY Radar Rabu 25 Feb 2026: Emas Uji 5.200, AUD & Yen Jadi Sumber Volatilitas
SobatPro, pasar hari ini bergerak dalam mode “headline-driven”. Emas kembali menguat karena investor masih menimbang ketidakpastian kebijakan tarif AS dan tensi geopolitik, sementara DXY cenderung hati-hati karena ekspektasi suku bunga The Fed belum benar-benar memberi ruang pelemahan dolar yang mulus. Fokus volatilitas paling terasa pagi ini datang dari AUD dan JPY.
Secara teknikal Gold (XAUUSD M30) dari chart, harga sedang rebound dan mendekati area kunci 5.200. Di atasnya terlihat jelas zona supply 5.220–5.240 yang berpotensi menjadi area reaksi/penahanan jika pasar mulai profit-taking. Di bawah, zona demand 5.140–5.160 menjadi bantalan terdekat jika terjadi pullback. Support lanjutan yang menonjol ada di sekitar 5.108 dan area psikologis 5.000 (zona biru besar) yang menjadi “lantai” penting bila volatilitas membesar.
Untuk DXY, pergerakannya cenderung responsif terhadap dua tarikan: (1) ketidakpastian tarif dan geopolitik yang mendukung permintaan dolar, versus (2) harapan pemangkasan suku bunga tahun ini yang bisa membatasi penguatan dolar. Akibatnya, DXY lebih mudah bergerak “naik-turun” mengikuti headline, dan ini langsung berimbas ke Gold.
Dari sisi fundamental, emas tetap ditopang oleh kombinasi uncertainty tarif AS (tarif global sementara 10% sudah berjalan dan wacana eskalasi masih menjadi sumber noise) serta sorotan geopolitik jelang lanjutan pembicaraan AS–Iran. Namun kenaikan emas tetap rawan tersendat ketika pasar kembali mempertimbangkan bahwa The Fed belum menunjukkan urgensi untuk melonggarkan kebijakan dalam waktu dekat, sehingga reli sering diselingi koreksi singkat terutama saat mendekati resistance.
Kalender Ekonomi Hari Ini (penggerak volatilitas)
-
Australia CPI (sudah rilis): inflasi yang menghangat kembali memicu spekulasi kebijakan lebih ketat → AUD jadi lebih sensitif.
-
BOJ Core CPI Jepang: pasar membaca apakah tekanan harga cukup kuat untuk mendukung normalisasi BOJ → JPY mudah bergejolak.
-
Jerman Final GDP q/q: memengaruhi sentimen EUR dan risk appetite.
-
RBA Governor Speaks: komentar kebijakan sering memicu repricing ekspektasi suku bunga AUD.
-
Eurozone Final CPI & Core CPI: memengaruhi ekspektasi ECB → berdampak ke EUR dan DXY.
Dampak Pair & Fokus Volatilitas: AUD dan Yen
AUDUSD menjadi volatil karena kombinasi inflasi Australia yang naik dan pasar yang menunggu nada RBA—biasanya pergerakan AUD makin liar ketika komentar bank sentral memberi sinyal hawkish/dovish yang tidak sesuai ekspektasi.
USDJPY juga rawan lonjakan karena laporan politik Jepang yang mengisyaratkan keraguan terhadap kenaikan suku bunga lanjutan; jika narasi ini dianggap mengganggu konsistensi BOJ, yen mudah tertekan dan memicu volatilitas intraday.
Sementara itu EURUSD/GBPUSD lebih banyak mengikuti ayunan DXY dan data Eropa (GDP/CPI), sedangkan XAUUSD tetap menjadi instrumen utama yang paling cepat merespons headline tarif, geopolitik, dan arah dolar.
Kalau SobatPro ingin versi ringkas “radar harian” (headline paling ngaruh + dampaknya ke Gold, DXY, AUD, dan JPY), langsung hubungi tim asiaprofx—biar update-nya singkat, padat, dan tepat sasaran.
#TradingLebihBaik di www.asiaprofx.com
Disclaimer: Transaksi PBK beresiko tinggi. Informasi ini bersifat edukasi, bukan saran investasi. Selalu lakukan analisis pribadi sebelum membuat keputusan trading.