Gold & DXY Radar 3 Maret 2026: Emas Tertahan 5.400, Dolar Masih Jadi “Tempat Berlindung”

Gold & DXY Radar 3 Maret 2026: Emas Tertahan 5.400, Dolar Masih Jadi “Tempat Berlindung”

SobatPro, Selasa 3 Maret 2026 pasar masih dikendalikan oleh satu narasi besar: eskalasi konflik AS–Israel vs Iran yang memicu mode risk-off. Ketika ketegangan geopolitik naik dan isu jalur energi seperti Selat Hormuz ikut memanas, pasar cenderung bergerak lebih emosional—headline jadi pemicu pertama, lalu data ekonomi mengunci arah berikutnya.

Dari sisi fundamental, emas tetap diperlakukan sebagai tameng risiko. Permintaan safe-haven bertahan karena ketidakpastian perang berpotensi memanjang dan mengganggu rantai suplai. Di saat yang sama, pasar juga mengantisipasi efek lanjutan dari energi mahal yang bisa menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi, sehingga ekspektasi pemangkasan suku bunga AS cenderung bergeser lebih mundur.

Di sinilah peran DXY jadi krusial. Dolar mendapat dorongan ganda: arus aman saat ketidakpastian membesar, serta narasi “inflasi energi” yang bisa membuat suku bunga bertahan tinggi lebih lama. Kombinasi ini membuat USD tetap diminati, sehingga kenaikan emas hari ini lebih sering terasa sebagai tarik-ulur—emas diburu, tapi ruang naiknya tidak selalu mulus karena dolar juga kuat.

Sekarang masuk ke teknikal dari chart XAUUSD M30 terlihat emas mengalami penurunan tajam dari area atas, lalu memantul dan membentuk rebound, namun masih tertahan di bawah zona supply/resisten. Area merah di sekitar 5.400–5.420 menjadi “tembok” yang sedang diuji; selama harga belum melewati zona itu dengan meyakinkan, emas rentan bergerak dalam pola naik-turun cepat karena profit taking dan reaksi seller dari area penawaran.

Di bawahnya, area reaksi terdekat terlihat di sekitar 5.360–5.350 sebagai penopang jangka pendek. Jika area ini melemah, perhatian pasar biasanya turun ke zona demand yang lebih jelas di sekitar 5.330–5.300. Sementara itu, demand lanjutan yang lebih dalam terlihat di area 5.240–5.220, yang berfungsi seperti bantalan jika volatilitas perang dan sentimen dolar mendorong koreksi lebih lebar.

Untuk pekan ini, volatilitas tidak hanya datang dari headline perang. Data AS akan jadi pemantik besar yang bisa memperkuat atau melemahkan DXY: Rabu (ADP & ISM Services), Kamis (Jobless Claims), dan Jumat paket data besar (Upah, NFP, Retail Sales, Unemployment Rate). Kombinasi geopolitik + data ketenagakerjaan biasanya membuat pasar bergerak “dua fase”: cepat saat berita, lalu agresif saat data keluar.

Kalau SobatPro ingin lebih siap menghadapi sesi volatilitas seperti ini—di mana spread dan slippage bisa berubah cepat—langsung saja hubungi tim asiaprofx untuk opsi akun free swap dan info kondisi spread rendah, supaya kontrol biaya trading tetap efisien saat market sedang panas.

#TradingLebihBaik di www.asiaprofx.com
Disclaimer: Transaksi PBK beresiko tinggi. Informasi ini bersifat edukasi, bukan saran investasi. Selalu lakukan analisis pribadi sebelum membuat keputusan trading.

Komunitas AsiaproFx

Bergabung bersama Komunitas Whatsapp AsiaproFx

Chat via WhatsApp
Tutup