Gubernur BoJ, Ueda, Mengatakan Yen Jepang yang Lemah Mendorong Kenaikan Harga Impor

Gubernur BoJ, Ueda, Mengatakan Yen Jepang yang Lemah Mendorong Kenaikan Harga Impor

Gubernur Bank of Japan (BoJ), Kazuo Ueda, mengatakan pada hari Jumat bahwa Pelemahan Yen Jepang (JPY) semakin mempengaruhi biaya impor dan inflasi konsumen, menambahkan bahwa fluktuasi mata uang memiliki dampak yang lebih besar dibandingkan dengan masa lalu.

Kutipan-Kutipan Utama

Dibandingkan dengan masa lalu, perusahaan-perusahaan semakin bersemangat untuk menaikkan upah dan harga.

Dalam latar belakang seperti itu, pergerakan valuta asing dapat memiliki dampak yang lebih besar pada harga.  

Kita juga harus memperhatikan kemungkinan pergerakan valuta asing dapat mempengaruhi ekspektasi inflasi dan inflasi yang mendasarinya.

Kami akan memeriksa dampak volatilitas valuta asing terhadap harga.

Stance dasar kami adalah melanjutkan kenaikan suku bunga jika ekonomi dan harga bergerak sesuai dengan perkiraan.

Prospek proyeksi kami semakin meningkat.

Kami memutuskan untuk menjaga kebijakan tetap stabil untuk menghabiskan sedikit lebih banyak waktu untuk mengonfirmasi apakah perilaku penetapan upah aktif perusahaan tidak akan terganggu.

Kami masih berada pada tahap di mana kami perlu memeriksa poin ini, terutama momentum awal dari pembicaraan upah tahun depan.

Kami ingin memanfaatkan informasi yang kami kumpulkan termasuk hasil survei yang dikumpulkan oleh cabang-cabang kami di seluruh negeri pada pertemuan berikutnya dan seterusnya.

Kami akan membahas waktu dan kemungkinan kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan mendatang dengan memeriksa berbagai data.

Reaksi Pasar

Pada saat berita ini ditulis, pasangan mata uang USD/JPY turun 0,21% pada hari ini di 157,25.

Komunitas AsiaproFx

Bergabung bersama Komunitas Whatsapp AsiaproFx

Chat via WhatsApp
Tutup