Harga Logam dan Minyak Mentah Anjlok di Tengah Pelemahan Pasar Komoditas Global
Pasar komoditas global mengalami tekanan besar pada Senin setelah meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memicu penurunan tajam harga minyak, sementara emas dan perak jatuh untuk sesi kedua berturut-turut. Aksi jual ini diperparah oleh keputusan CME Group untuk menaikkan persyaratan margin kontrak logam, yang mengurangi minat spekulatif. Harga emas turun hampir 4% ke level terendah empat pekan, perak anjlok hampir 5%, minyak merosot lebih dari 4%, dan tembaga LME melemah sekitar 4%.
Tekanan pasar dipicu oleh penunjukan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve AS berikutnya oleh Presiden Donald Trump. Keputusan ini mengguncang pasar karena mematahkan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar. Warsh dikenal memiliki pandangan hawkish terhadap inflasi, yang memperkuat dolar AS dan meningkatkan biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas dan perak. Penguatan dolar juga menekan permintaan komoditas secara luas karena membuat harga lebih mahal bagi pembeli non-dolar.
Penurunan harga logam mulia semakin dalam setelah CME menaikkan margin perdagangan, mendorong pelaku pasar menutup posisi besar-besaran, dengan emas mencatat penurunan harian terdalam sejak 1983. Di sisi energi, harga minyak melemah akibat cuaca AS yang lebih hangat dan sinyal de-eskalasi konflik AS-Iran, termasuk pernyataan Trump bahwa pembicaraan dengan Teheran berlangsung positif. Sementara itu, pasar logam industri seperti tembaga dan bijih besi juga tertekan oleh tingginya persediaan dan lemahnya permintaan menjelang libur Tahun Baru Imlek di China. Meski terjadi aksi jual luas, analis menilai penurunan ini lebih bersifat koreksi dan berpotensi menjadi peluang beli, bukan awal tren penurunan struktural.
#TradingLebihBaik di www.asiaprofx.com
Disclaimer: Transaksi PBK beresiko tinggi. Informasi ini bersifat edukasi, bukan saran investasi. Selalu lakukan analisis pribadi sebelum membuat keputusan trading.