Indeks Dolar AS Merosot Mendekati 97,50 saat Trump Mempertimbangkan Kandidat untuk Menggantikan Powell

Indeks Dolar AS Merosot Mendekati 97,50 saat Trump Mempertimbangkan Kandidat untuk Menggantikan Powell

Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur nilai tukar Dolar AS (USD) terhadap sekeranjang enam mata uang utama dunia, merosot ke level terendah dalam tiga setengah tahun, yakni di kisaran 97,60, pada awal sesi perdagangan Eropa. Penurunan ini dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran terhadap independensi dan kredibilitas Federal Reserve (The Fed).

Menurut laporan Wall Street Journal, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tengah mempertimbangkan untuk mengganti Ketua The Fed, Jerome Powell, dan kemungkinan akan mengumumkan penggantinya pada bulan September atau Oktober mendatang. Beberapa nama yang disebut sebagai calon pengganti antara lain mantan Gubernur The Fed Kevin Warsh, Direktur Dewan Ekonomi Nasional Kevin Hassett, serta Menteri Keuangan Scott Bessent.

"Langkah ini dapat menimbulkan pertanyaan serius mengenai potensi terkikisnya independensi The Fed dan berisiko merusak kredibilitas bank sentral," ujar Kieran Williams, Kepala Pasar Valuta Asing Asia di InTouch Capital Markets. Ia menambahkan, “Jika hal ini terjadi, pasar kemungkinan akan mengkalibrasi ulang ekspektasi suku bunga dan memicu penilaian ulang terhadap posisi Dolar.”

Sementara itu, Jerome Powell dalam pernyataannya pada hari Rabu menegaskan bahwa kebijakan tarif yang diberlakukan oleh Presiden Trump mungkin hanya menyebabkan lonjakan harga bersifat sementara. Namun, ia memperingatkan bahwa risiko inflasi yang lebih persisten tetap ada, sehingga The Fed harus berhati-hati dalam mempertimbangkan pemangkasan suku bunga lebih lanjut.

Saat ini, pasar keuangan memperkirakan kemungkinan sekitar 25% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada pertemuan bulan Juli, meningkat dari 12% pada pekan sebelumnya, berdasarkan alat prediksi FedWatch milik CME Group.

Para pelaku pasar kini menantikan sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat yang dijadwalkan rilis pada hari Kamis. Data tersebut mencakup pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal I final, pesanan barang tahan lama, indeks PMI Chicago, penjualan rumah tertunda, serta klaim awal tunjangan pengangguran mingguan. Jika data yang dirilis menunjukkan hasil lebih kuat dari ekspektasi, hal ini dapat menahan pelemahan Dolar AS dalam jangka pendek.

AsiaproFx adalah pialang berjangka terpercaya di Indonesia yang telah terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI).

Komunitas AsiaproFx

Bergabung bersama Komunitas Whatsapp AsiaproFx

Chat via WhatsApp
Tutup