Market Review : Fokus Pasar Tertuju pada Data CPI AS

Market Review : Fokus Pasar Tertuju pada Data CPI AS

Wall Street dan Eropa Ditutup Melemah

Wall Street, tiga indeks utama berakhir di zona merah. Sektor energi, real estat, dan teknologi menjadi yang paling tertekan, sedangkan sektor kebutuhan pokok, konsumsi non-pokok, dan kesehatan mencatat kenaikan. Dow Jones Industrial Average turun 0,45%, S&P 500 melemah 0,25%, dan Nasdaq Composite terkoreksi 0,30%.

Pasar saham global melemah pada perdagangan Senin dalam sesi yang berfluktuasi, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor panjang turun tipis. Investor menimbang perkembangan terbaru terkait perdagangan dan geopolitik, serta menantikan rilis data ekonomi penting AS.

Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif untuk memperpanjang gencatan tarif dengan Tiongkok selama 90 hari, hanya beberapa jam sebelum tarif AS terhadap barang-barang Tiongkok dijadwalkan naik kembali ke level tiga digit. Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan bertemu di Alaska pada Jumat untuk membahas upaya mengakhiri perang Rusia di Ukraina.

Pelaku pasar kini menantikan rilis data inflasi konsumen (CPI) AS pada Selasa. Analis memperkirakan kenaikan inflasi inti sebesar 0,3% secara bulanan atau 3% secara tahunan, didorong oleh dampak tarif, dan menjauh dari target inflasi The Fed sebesar 2%.

Jika data CPI keluar lebih tinggi dari perkiraan, hal ini dapat mengurangi peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada September. Namun, mayoritas pelaku pasar masih memperkirakan peluang sebesar 90% untuk penurunan suku bunga bulan depan, dengan setidaknya satu kali lagi pemangkasan hingga akhir tahun.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun tipis 0,2 basis poin menjadi 4,281%, sementara obligasi tenor 30 tahun melemah 0,5 basis poin menjadi 4,8494%.

Harga emas dunia turun 1,50% menjadi $3.347,69 per ons setelah Trump memastikan tarif tidak akan diberlakukan pada impor emas batangan. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember ditutup turun 2,5% menjadi $3.404,70 per ons.

Harga minyak ditutup mendatar menjelang pertemuan Trump-Putin pada Jumat, di mana kebijakan AS terhadap ekspor minyak Rusia akan menjadi fokus utama. Harga Brent naik tipis 0,06% menjadi $66,63 per barel, sedangkan minyak WTI menguat 0,13% menjadi $63,96 per barel.

#TradingLebihBaik di www.asiaprofx.com
Disclaimer: Transaksi PBK beresiko tinggi. Informasi ini bersifat edukasi, bukan saran investasi. Selalu lakukan analisis pribadi sebelum membuat keputusan trading.

Komunitas AsiaproFx

Bergabung bersama Komunitas Whatsapp AsiaproFx

Chat via WhatsApp
Tutup