Market Review : Optimisme AI Kembali Menguat Berkat Micron
Saham global menguat pada Hari Kamis setelah indeks saham dunia versi MSCI bangkit dari pelemahan empat hari beruntun. Penguatan ini muncul seiring turunnya imbal hasil obligasi AS setelah data inflasi menunjukkan kenaikan harga yang lebih rendah dari perkiraan. Kondisi tersebut mendorong harapan pasar akan pemangkasan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve.
Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat naik 2,7% secara tahunan hingga November, lebih rendah dari proyeksi ekonom sebesar 3,1%. Data ini membuat pergerakan dolar sempat berfluktuasi karena investor juga mencermati kebijakan dari Inggris dan Eropa.
Sentimen pasar Wall Street kembali membaik setelah Micron Technology merilis proyeksi kinerja yang kuat. Saham Micron melonjak sekitar 10% dan mendorong saham teknologi besar lainnya ikut naik. Komentar analis menyebut kabar tersebut membantu menstabilkan sentimen terhadap saham kecerdasan buatan yang sebelumnya bergerak sangat fluktuatif, dari skeptis menjadi penuh keyakinan.
Analis mengatakan bahwa data inflasi ini memang terpengaruh kendala pengumpulan selama penutupan pemerintah AS, namun tetap memberi sinyal perlambatan harga. Ia menilai laporan inflasi terbaru membuka peluang reli saham setelah pasar tertekan dalam sepekan terakhir. Analis menyoroti bahwa akhir tahun biasanya menjadi periode yang kondusif bagi pasar saham.
Federal Reserve sendiri masih menyeimbangkan pelemahan pasar tenaga kerja dengan inflasi yang relatif tinggi. Bank sentral AS memberi sinyal satu kali pemangkasan suku bunga tahun depan, meski pelaku pasar memperkirakan dua kali pemotongan. Presiden AS Donald Trump juga menyatakan ketua The Fed berikutnya, pengganti Jerome Powell pada Mei, akan mendukung penurunan suku bunga secara agresif.
Indeks saham global MSCI naik 0,62%, sementara indeks STOXX 600 Eropa menguat 0,96%. Di pasar valuta asing, dolar AS menguat tipis ke level 98,44. Euro melemah ke US$1,1724 setelah Presiden ECB Christine Lagarde menyampaikan nada optimistis usai bank sentral Eropa menahan suku bunga. Yen Jepang menguat menjelang keputusan suku bunga Bank of Japan, sedangkan pound sterling menguat setelah Gubernur Bank of England Andrew Bailey memangkas suku bunga namun memberi sinyal ruang pelonggaran terbatas, Di pasar obligasi, imbal hasil US Treasury 10 tahun turun ke 4,12%. Harga minyak naik tipis karena kekhawatiran pasokan global, sementara emas melemah terbatas akibat berkurangnya daya tarik aset lindung nilai.