Mengenal Continuation pattern dalam trading

Chart pattern atau pola lanjutan dianggap sebagai jeda selama tren berlangsung, baik ketika naik atau turun. Saat pola harga terbentuk dan terus mengikuti trennya, maka dikenal sebagai pola lanjutan.

Ketika tren bergerak dengan bentuk pola yang tipis dibandingkan dengan gelombang tren,  pola continuation bisa jadi pola yang paling dapat diandalkan. Misalnya, harga naik tajam, membentuk pola segitiga kecil, menembus di atas pola segitiga, dan kemudian terus naik.

Chart pattern yang masuk kategori pola lanjutan, yaitu

1. Pola ascending triangle

Ascending triangle ditandai dengan low price yang mengecil, sementara high nya cenderung stabil. Hal tersebut menandakan kekuatan seller namun posisi buyer masih kokoh. Dapat diartikan bahwa koreksi dari uptrend akan berakhir dan harga selanjutnya akan berlanjut dalam trend bullish.

2. Pola descending triangle

Sinyal pada pola ini cenderung mengalami penerusan downtrend. Berkebalikan dengan pola ascending triangle, descending triangle akan menggambarkan high yang terus menurun, dan low yang relatif stabil. Pada kondisi ini, kekuatan buyer melemah sehingga harga akan segera masuk ke dalam trend bearish.

3. Pola bullish flag

Sinyal dalam teknik ini cenderung mengalami penerusan uptrend. Pola chart yang menyerupai bendera ini mengalami lonjakan harga yang berperan sebagai ‘tiang’, dan koreksi yang terjadi setelahnya berfungsi sebagai ‘bendera’.

Teknik ini berfokus pada bullish flag, dan memperingatkan untuk mewaspadai pergerakan harga yang tampak turun di tengah kondisi uptrend. Jika pelemahan diawali dengan penguatan signifikan, maka harga tengah membentuk pola bullish flag dan penurunan bersifat koreksi sementara.

4. Pola bearish flag

Sinyal pada teknik ini mengalami penerusan downtrend. Memiliki dasar pemahaman yang mirip dengan bullish flag secara analisa teknikal, namun teknik ini menggunakan kemerosotan sebagai ‘tiang’ dan koreksi naik sebagai ‘bendera’. Pola ini mengindikasikan sinyal penerusan downtrend.

5. Pola bullish pennant

Sinyal dalam teknik ini cenderung mengalami penerusan uptrend. Pola ini menggabungkan unsur pola flag dan triangle. Bullish pennant memiliki ‘tiang’ akibat didahului penguatan harga yang kemudian diikuti koreksi dengan pola high low yang membentuk triangle.

6. Pola bearish pennant

Sinyal dalam teknik ini mengalami penerusan downtrend. Berkebalikan dengan bullish pennant, pola bearish pennant mengkombinasikan komponen pola triangle dan flag dari penurunan harga yang terjadi.

7. Pola bullish wedge

Sinyal dalam teknik ini mengalami penerusan uptrend. Mirip dengan kondisi pennant, wedge juga memiliki tiang dan diikuti pola korektif namun berbentuk seperti pola segitiga serta berlawanan arah dengan trend, sehingga pada analisa teknikal akan memperhatikan bullish wedge dengan koreksi harga yang bergerak ke arah bawah. Teknik chart pattern dengan bullish wedge dilandasi oleh kondisi pasar berupa seller yang berupaya mendominasi namun gagal karena harga sedang dalam sentimen bullish.

8. Pola bearish wedge

Sinyal teknik chart pattern ini mengalami penerusan downtrend. Berkebalikan dengan pola bullish wedge, pola ini muncul ketika trend harga sedang didominasi sentimen bearish. Ditandai koreksi yang berupaya mengungkit kenaikan harga, namun gagal dan harga berlanjut downtrend.