Menjelang Fed Cut: Emas Sideways, Yen Siaga, AUD di Persimpangan

Menjelang Fed Cut: Emas Sideways, Yen Siaga, AUD di Persimpangan

SobatPro,
Hari ini pasar bergerak hati-hati karena semua menunggu keputusan The Fed yang hampir pasti memangkas suku bunga 25 bps, dengan probabilitas sekitar 87%. Fokus utama bukan lagi “cut atau tidak”, tapi seberapa agresif rencana pemangkasan 2026. Di saat yang sama:

  • JOLTS job openings malam ini jadi pemanasan arah data tenaga kerja AS,

  • RBA diperkirakan menahan suku bunga,

  • BOJ masih di-price akan naikkan suku bunga bulan ini, sementara Jepang baru saja diguncang gempa besar,

  • PBOC menambah cadangan emas untuk bulan ke-13 beruntun, menjaga demand jangka panjang di XAUUSD.


1. XAUUSD – Uptrend Kuat, Sekarang Fase Konsolidasi di 4.200

Secara teknikal D1, emas masih mempertahankan struktur bullish jangka menengah: rally tajam sejak Agustus, lalu masuk fase sideways di sekitar 4.150–4.250. Candle harian terbaru kecil dan rapat, menandakan pasar menahan napas menunggu Fed.
Fundamentally, ekspektasi Fed cut + pembelian emas oleh bank sentral (termasuk China) menjadi penopang di bawah harga, sementara kenaikan yield jangka panjang dan ketidakpastian guidance Powell menahan emas untuk menembus high baru. Range XAUUSD ini berpotensi jadi medan menarik untuk trader intraday menjelang dan setelah pengumuman Fed.


2. AUDUSD – Menunggu RBA di Dekat Puncak Range

Grafik D1 AUDUSD menunjukkan pola range lebar dengan harga kini berada di dekat batas atas sekitar 0.66-an.
Secara fundamental, RBA diperkirakan menahan suku bunga, namun masih dinilai lebih “hawkish” dibanding Fed yang mulai masuk fase easing. Ini membuat AUD punya tone relatif konstruktif, tapi posisi harga yang sudah di area tinggi membuat potensi pergerakan hari ini sensitif terhadap nada pernyataan RBA:

  • Nada hawkish → AUDUSD berpeluang tetap bertahan tinggi,

  • Nada dovish → risk terhadap koreksi dari area puncak range.


3. GBPUSD – Rebound yang Masih Rentan

Pada D1, GBPUSD baru saja bangkit dari low November, tapi kini tertahan di sekitar 1.33–1.335 yang tampak sebagai zona resistensi harian. Secara intraday sebelumnya juga terlihat supply yang beberapa kali menahan kenaikan.
Fundamentally, pound masih dibebani data domestik yang rapuh sementara BoE menjaga nada relatif hawkish. Kombinasi ini membuat rally GBP lebih mirip relief rally ketimbang tren baru, sehingga rentan terkoreksi bila dolar menguat setelah Fed.


4. EURUSD – Sideways di Tengah Sinyal Mixed dari ECB

EURUSD D1 memperlihatkan struktur sideways dengan harga di area tengah range sekitar 1.16-an. Pernyataan Isabel Schnabel bahwa langkah ECB berikutnya “bisa saja hike lagi, tapi tidak dalam waktu dekat” membuat pasar bingung antara kekhawatiran inflasi dan lemahnya pertumbuhan.
Dengan Fed yang mulai easing lebih dulu, euro punya bantalan untuk tidak terlalu lemah; namun selama bund yield sensitif naik turun, EURUSD cenderung terjebak choppy range ketimbang tren bersih.


5. USDJPY – Ketegangan Fed vs BOJ & Dampak Gempa

D1 USDJPY masih menunjukkan tren naik dominan, dengan harga bertahan di sekitar 155–156, dekat high terakhir.
Fundamentalnya rumit:

  • BOJ diperkirakan akan menaikkan suku bunga (normalisasi bertahap), yang secara teori mendukung penguatan yen,

  • Namun Fed cut sudah diantisipasi dan yield AS masih tinggi, menjaga daya tarik carry trade,

  • Gempa besar di Jepang memunculkan kekhawatiran gangguan ekonomi dan kebutuhan stimulus tambahan, sehingga menahan penguatan yen.
    Kombinasi faktor ini membuat USDJPY berpotensi sangat volatile di sekitar level tinggi saat ini ketika komentar BOJ dan hasil Fed keluar.


Pair Favorit Hari Ini (9 Desember 2025)

  1. XAUUSD (Gold)

    • Alasan: Kombinasi Fed cut + PBOC terus akumulasi emas dan teknikal yang sedang konsolidasi ketat di area 4.200 menjadikan emas salah satu instrumen paling sensitif terhadap hasil rapat Fed dan komentar Powell. Cocok untuk SobatPro yang fokus pada pergerakan besar pasca-news.

  2. USDJPY

    • Alasan: Ada theme besar “Fed easing vs BOJ tightening” ditambah faktor gempa Jepang yang bisa mengubah ekspektasi stimulus dan kebijakan BOJ. Secara teknikal masih di dekat puncak tren, sehingga setiap kejutan dari Fed/BOJ berpotensi memicu swing signifikan.

  3. AUDUSD

    • Alasan: RBA decision + posisi harga di dekat resistance D1 menjadikan AUDUSD menarik untuk dipantau. Nada RBA relatif hawkish vs Fed yang mulai melunak, tapi posisi teknikal yang sudah tinggi membuat reaksi pasar bisa tajam ke dua arah.

Sebagai pendamping, GBPUSD dan EURUSD tetap relevan sebagai barometer respon pasar terhadap kombinasi Fed–ECB–BoE, namun hari ini spotlight lebih terang ke XAUUSD, USDJPY, dan AUDUSD.

Kalau SobatPro ingin mind-map skenario lengkap menjelang dan setelah Fed (zona volatilitas, sesi mana yang paling aktif, sampai money management-nya), langsung saja hubungi tim asiaprofx lewat channel resmi untuk dapatkan panduan yang lebih terarah dan sesuai profil risiko SobatPro.

#TradingLebihBaik di www.asiaprofx.com

Disclaimer: Transaksi PBK beresiko tinggi. Informasi ini bersifat edukasi, bukan saran investasi. Selalu lakukan analisis pribadi sebelum membuat keputusan trading.

Komunitas AsiaproFx

Bergabung bersama Komunitas Whatsapp AsiaproFx

Chat via WhatsApp
Tutup