Harga Minyak Melonjak Lebih dari 3% saat Konflik Timur Tengah Memicu Kekhawatiran Pasokan
Harga minyak melonjak lebih dari 3% pada perdagangan Asia hari Kamis seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global. Kenaikan ini terjadi karena konflik di Timur Tengah yang melibatkan AS, Israel, dan Iran telah memasuki hari keenam tanpa tanda-tanda mereda. Ketegangan meningkat setelah serangan militer dan aksi balasan di berbagai wilayah, termasuk laporan bahwa kapal perang Iran ditenggelamkan oleh AS. Situasi semakin memicu kekhawatiran pasar setelah Iran secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur penting yang dilalui sekitar seperlima pengiriman minyak dunia, sehingga mengganggu lalu lintas tanker dan meningkatkan risiko terganggunya ekspor minyak dari kawasan Teluk.
Di sisi lain, data persediaan minyak dari American Petroleum Institute (API) menunjukkan stok minyak mentah AS naik sekitar 5,6 juta barel pada pekan yang berakhir 28 Februari, lebih tinggi dari perkiraan pasar sebesar 2,2 juta barel. Kenaikan persediaan ini memberikan sentimen yang agak negatif bagi harga minyak, meskipun dampaknya tertutup oleh kekhawatiran terhadap gangguan pasokan global akibat konflik. Para pelaku pasar kini menantikan data resmi dari Energy Information Administration (EIA) yang akan dirilis kemudian untuk mengonfirmasi kondisi persediaan minyak AS.
#TradingLebihBaik di www.asiaprofx.com
Disclaimer: Transaksi PBK beresiko tinggi. Informasi ini bersifat edukasi, bukan saran investasi. Selalu lakukan analisis pribadi sebelum membuat keputusan trading.