News to trade 23 desember: Harga Emas dan Perak Cetak Rekor Tertinggi, Didorong Ketegangan Geopolitik dan Prospek Suku Bunga AS

News to trade 23 desember: Harga Emas dan Perak Cetak Rekor Tertinggi, Didorong Ketegangan Geopolitik dan Prospek Suku Bunga AS


Harga emas dan perak melonjak ke level tertinggi sepanjang sejarah dalam perdagangan Asia pada Senin, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik global dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat. Lonjakan ini mempertegas peran logam mulia sebagai aset lindung nilai utama di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik global.


Pada pukul 09.42 waktu New York (14.42 GMT), harga emas spot menguat 1,9% ke USD 4.420 per ons, sementara emas berjangka kontrak Februari naik 1,6% dan menyentuh level tertinggi di USD 4.455,85 per ons.
Sementara itu, perak spot melonjak 2,7% ke USD 68,97 per ons, dengan perak berjangka turut naik 2,2% pada hari yang sama.
Logam Mulia Menguat Seiring Permintaan Safe Haven Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada emas dan perak.

Seluruh sektor logam mulia mencatat penguatan, melanjutkan reli yang telah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir. Pasar saat ini menilai bahwa kombinasi penurunan suku bunga, peningkatan permintaan fisik, dan prospek pasokan yang semakin ketat akan menopang harga logam mulia sepanjang tahun depan.
Platina mencatat lonjakan tajam lebih dari 5,5%, menembus level psikologis USD 2.000 per ons untuk pertama kalinya sejak 2008, mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap logam industri bernilai tinggi.


Ketegangan Global Dorong Minat Aset Aman

Permintaan terhadap aset safe haven semakin menguat di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Laporan terbaru menyebutkan bahwa Israel tengah mempertimbangkan langkah lanjutan terhadap Iran, seiring kekhawatiran bahwa Teheran masih melanjutkan program nuklirnya.
Sebelumnya, konflik antara Iran dan Israel pada 2025 sempat memanas hingga melibatkan Amerika Serikat, yang menargetkan fasilitas nuklir Iran sebelum tercapai kesepakatan gencatan senjata. Pertemuan antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump yang dijadwalkan berlangsung pada Desember ini diperkirakan akan kembali membahas opsi kebijakan terhadap Iran.Di sisi lain, ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela turut memperburuk sentimen global. Pemerintah AS dilaporkan meningkatkan pengawasan terhadap kapal tanker minyak Venezuela, di tengah tuduhan bahwa pendapatan minyak negara tersebut digunakan untuk aktivitas ilegal. Langkah ini semakin memperkuat ketidakpastian geopolitik dan mendorong investor beralih ke aset fisik.


Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga AS Topang Harga

Selain faktor geopolitik, reli logam mulia juga didukung oleh meningkatnya keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga AS pada 2026. Sejumlah data ekonomi AS yang cenderung moderat memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan melanjutkan kebijakan moneter yang lebih longgar.
Menurut analis OCBC, emas saat ini didukung oleh kombinasi faktor struktural dan siklikal, termasuk siklus pelonggaran The Fed, permintaan berkelanjutan dari bank sentral global, serta ketidakpastian kebijakan dan geopolitik.Namun demikian, analis memperingatkan bahwa harga perak berpotensi mengalami koreksi apabila terjadi perlambatan permintaan industri atau memburuknya prospek pertumbuhan ekonomi global.


Tembaga Ikut Cetak Rekor di Tengah Optimisme Permintaan

Kenaikan harga logam mulia turut merembet ke pasar tembaga. Harga tembaga mencatat rekor tertinggi, didorong oleh optimisme terhadap peningkatan permintaan global, khususnya dari China yang diperkirakan akan meluncurkan stimulus tambahan untuk menopang pertumbuhan ekonomi.
Permintaan dari sektor infrastruktur listrik dan pusat data kecerdasan buatan (AI) juga menjadi katalis utama kenaikan harga tembaga.
Kontrak berjangka tembaga di London Metal Exchange (LME) naik 0,9% ke level tertinggi USD 11.881,5 per ton, sementara tembaga di bursa COMEX tercatat bergerak relatif stabil.

Komunitas AsiaproFx

Bergabung bersama Komunitas Whatsapp AsiaproFx

Chat via WhatsApp
Tutup