Gold & DXY Radar Selasa 17 Feb 2026: Gold di Atas $5.000, DXY “Nunggu Pemicu” — Radar Imlek yang Tipis Tapi Sensitif
SobatPro, hari ini pasar masuk mode libur Imlek di sebagian Asia plus libur AS (Presidents Day) yang bikin likuiditas menipis. Efeknya sederhana tapi penting: pergerakan bisa terlihat kalem, tapi begitu ada headline atau data ekonomi keluar, responsnya sering lebih “nyentak” karena order book tidak seramai hari normal.
Di sisi risk sentiment global, saham dunia cenderung menstabil setelah pelemahan sebelumnya yang dipicu kekhawatiran biaya besar belanja AI (capex) dan dampaknya ke valuasi, terutama sektor yang sebelumnya jadi mesin utama reli. Di Eropa, penguatan tipis terbantu rebound sektor perbankan, sementara futures Wall Street bergerak naik tipis—lebih menggambarkan pasar sedang “cek ombak” ketimbang benar-benar risk-on agresif.
Fokus Asia hari ini banyak tertuju ke Jepang: data GDP Q4 hanya tumbuh 0,2% (annualized), jauh di bawah perkiraan. Ini mempertebal narasi bahwa ruang stimulus fiskal masih akan didorong, sekaligus membuat pelaku pasar kembali menimbang seberapa kuat pemulihan Jepang bila konsumsi dan belanja pemerintah belum solid. Dampak lanjutannya biasanya terasa di yen dan aset Jepang, terutama saat likuiditas tipis.
Masuk ke DXY, dolar terlihat “idle” sambil menunggu rangkaian data besar pekan ini. DXY terpantau di sekitar 97,12—bergerak sempit, seolah pasar sedang menahan keputusan sambil membaca ulang prospek suku bunga. Pekan lalu, pelemahan dolar banyak terkait penurunan yield dan dorongan ekspektasi pelonggaran kebijakan, sementara hari ini dolar relatif stabil dengan USDJPY di sekitar 153,30, EURUSD sekitar 1,184, dan GBPUSD sekitar 1,362. AUDUSD di area 0,706 juga menggambarkan mood risk yang belum bulat—komoditas dan growth currencies cenderung selektif, tidak serempak kuat.
Untuk Gold, sentimennya masih “dua lapis”. Di satu sisi, emas tetap menarik sebagai aset lindung nilai saat pasar sensitif terhadap isu suku bunga, ketidakpastian pertumbuhan, dan rotasi portofolio. Di sisi lain, hari ini kenaikan emas tertahan oleh perdagangan yang menipis serta penyesuaian posisi (termasuk leverage) setelah volatilitas beberapa waktu terakhir. Meski begitu, fakta bahwa emas masih bertahan di atas $5.000 menjaga narasi bullish jangka menengah tetap hidup, sementara harga spot terlihat di sekitar $4.969 pada sesi ini—lebih menunjukkan fase konsolidasi daripada tren satu arah yang mulus.
Pekan ini, radar market akan sangat dipengaruhi kalender data dan pembacaan ulang ekspektasi suku bunga: inflasi UK, Kanada, Jepang, lalu rilis awal PMI global, dan puncaknya US GDP Q4. Kombinasi ini berpotensi mengubah persepsi pasar soal “seberapa cepat” dan “seberapa dalam” pelonggaran kebijakan bisa terjadi. Tambahan bumbu datang dari musim laporan emiten besar (misalnya ritel) yang sering jadi cermin kekuatan belanja konsumen—penting untuk menilai apakah ekonomi masih tahan banting saat biaya modal dan belanja investasi AI membesar.
Kalau SobatPro ingin update-nya lebih cepat dan eksekusinya tetap nyaman dengan spread rendah & free swap. Hubungi Tim AsiaproFx
#TradingLebihBaik di www.asiaprofx.com
Disclaimer: Transaksi PBK beresiko tinggi. Informasi ini bersifat edukasi, bukan saran investasi. Selalu lakukan analisis pribadi sebelum membuat keputusan trading.