Strategi trading saat berita rilis

Strategi trading saat news tentu berbeda dengan strategi lain sebab situasi market menjadi liar karena pengaruh rilis berita. Market jadi terlalu sulit diterka saat beberapa event ekonomi sedang terjadi, termasuk beberapa berita yang punya efek langsung ke market.

1. Data Ketenagakerjaan


Sudah menjadi kenyataan kalau tiap trader perlu membuat analisa, baik teknikal maupun fundamental. Satu aspek fundamental pertama yang harus dianalisa yaitu indikator penyerapan tenaga kerja. Komponen ini sangat penting baik untuk market maupun bank sentral karena bisa menjadi tolak ukur kesehatan ekonomi.

Idealnya, semakin tinggi penyerapan tenaga kerja, nilai tukar akan lebih baik. Termasuk data penting dalam indikator ketenagakerjaan yaitu rasio penyerapan tenaga kerja, ADP, dan NFP. Khusus NFP, data ini menjadi paling sering diikuti untuk trading news dan biasa dirilis di hari Jumat pertama tiap bulan.

Tingkat ketenagakerjaan punya peran penting saat menyusun strategi trading saat news. Dengan melihat data ini, trader bisa mendapat gambaran lebih dalam terkait potensi pergerakan nilai tukar.

#2. Indeks Harga Konsumen (CPI)


Untuk mengukur tingkat komsumsi kebutuhan dalam negeri, indeks harga konsumen bisa dianggap sebagai indikator ekonomi paling diandalkan. Tak hanya itu, CPI juga biasa dimanfaatkan untuk mengukur tingkat inflasi mata uang dalam suatu negara.

Indeks ini akan menghitung berapa nilai satu kantong barang kebutuhan secara rata-rata, dan apakah barang yang sama akan menjadi mahal atau lebih murah untuk periode waktu tertentu. Semisal mata uang mengalami inflasi, maka suku bunga akan dinaikkan sebagai respon untuk mengimbangi inflasi.

Karena tingkat kepentingannya, trader harus memasukkan komponen indeks harga konsumen dalam komponen analisa saat ingin menerapkan strategi trading saat news.

#3. Kebijakan Bank Sentral


Tiap negara memiliki bank sentral sendiri, dan dalam periode waktu tertentu selalu mengadakan pertemuan untuk membahas berbagai kebijakan terbaru. Termasuk nilai tukar terbaru, semua juga diputuskan oleh bank sentral dalam pertemuan tersebut.

Ini yang harus diperhatikan trader jika ingin menyusun strategi trading saat news. Sebabnya kebijakan bank sentral bisa berdampak langsung pada nilai tukar dan market. Tiap bulan, semua bank sentral rutin melakukan pertemuan lalu merumuskan kebijkan sesuai situasi ekonomi yang berkembang.

Kenaikan suku bunga biasanya akan diikuti oleh kenaikan nilai mata uang. Situasi sebaliknya akan terjadi dengan penurunan suku bunga, yang mana akan memicu penurunan nilai mata uang. Semua ini bisa terjadi berdasarkan keputusan rapat bank sentral.

#4. Pendapatan Negara (GDP)


Pendapatan negara dinilai sebagai indikator paling aktual dari kesehatan ekonomi suatu negara. Saat GDP jatuh lebih rendah dari ekspektasi bank sentral suatu negara, besar kemungkinan pecahan uang dari negara tersebut akan jatuh juga.

Di sisi lain, saat GDP ternyata melebihi ekspektasi yang diharapkan, nilai mata uang cenderung akan naik. Imbasnya langsung terasa di market, dan itu sebabnya trader harus menjadikan GDP sebagai komponen utama dalam strategi trading saat news.

#5. Rapat FOMC


Meski pertemuan bank sentral dari tiap negara tetap sebagai sesuatu yang penting, tapi rapat dari federal open market committee (FOMC) oleh internal Amerika juga punya peran tak kalah penting. Sebabnya dolar merupakan pecahan yang paling banyak ditransaksikan.

FOMC bisa menjadi kunci penting jika ingin menyusun strategi trading saat news pada pecahan dolar. Tiap bula FOMC menyelenggarakan pertemuan internal untuk membahas kemungkinan suku bunga terbaru dan menguji apakah kebijakan moneter terbaru sudah cukup efektif atau belum.

Hasil rapat FOMC bisa menjadi semacam acuan bagaimana bank sentral Amerika akan mengambil kebijakan di masa mendatang. Poin pentingnya, semua indikator ekonomi dan berita tak hanya menunjukkan apa yang dirilis tapi juga bagaimana market akan bereaksi.