Trump Peringatkan Jepang Mungkin Tak Akan Dapat Kesepakatan Dagang karena Terlalu Dimanjakan Selama Puluhan Tahun

Trump Peringatkan Jepang Mungkin Tak Akan Dapat Kesepakatan Dagang karena Terlalu Dimanjakan Selama Puluhan Tahun

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, meragukan kemungkinan tercapainya kesepakatan dagang dengan Jepang. Pernyataan ini disampaikan hanya sehari setelah ia mengancam akan menaikkan tarif atas ekspor Jepang ke AS, dengan alasan bahwa Jepang menolak membeli beras dari AS.

“Kami telah bernegosiasi dengan Jepang. Saya tidak yakin kami akan mencapai kesepakatan, saya meragukannya,” kata Trump kepada wartawan di atas pesawat kepresidenan Air Force One pada Selasa (24/6). “Mereka dan negara lain sudah terlalu dimanjakan karena telah menipu kami selama 30 hingga 40 tahun, jadi sulit bagi mereka untuk bernegosiasi secara adil.”

Mendekati tenggat waktu 9 Juli akhir dari jeda 90 hari terhadap penerapan tarif “resiprokal” Trump ,mitra dagang AS, termasuk Jepang, berupaya mencapai kesepakatan yang dapat meredakan tekanan dari Gedung Putih. Ekspor Jepang ke AS sebelumnya dikenakan tarif sebesar 24% ketika Trump memulai kebijakan tarif globalnya pada 2 April, sebelum diberlakukan penangguhan selama tiga bulan.

Komentar Trump muncul ketika Menteri Luar Negeri Jepang, Takeshi Iwaya, berada di Washington untuk menghadiri pertemuan Quad bersama para menteri dari Australia dan India. Hal ini juga menyusul kunjungan ketujuh negosiator tarif Jepang, Ryosei Akazawa, ke Washington pekan lalu. Jepang merupakan mitra dagang dan sekutu keamanan utama AS di Asia Timur, meski hubungan kedua negara kini diuji oleh kebijakan tarif agresif Trump.

Trump menegaskan bahwa ia tidak berniat memperpanjang jeda tarif setelah 9 Juli. “Saya tidak berpikir akan ada jeda lagi,” ujarnya saat ditanya wartawan.

“Beberapa negara bahkan tidak akan kami izinkan untuk berdagang. Namun pada umumnya, kami akan menentukan besarannya,” tambahnya, merujuk pada tingkat tarif yang akan diterapkan.

Pada hari Senin sebelumnya, Trump menuduh Jepang tidak membeli beras dari AS melalui unggahan di media sosial. Namun, klaim tersebut tidak benar.

Berdasarkan data dari Biro Sensus AS, tahun lalu Jepang membeli beras AS senilai USD 298 juta. Sementara dari Januari hingga April tahun ini, Jepang telah mengimpor beras senilai USD 114 juta dari AS.

Meski begitu, Trump mengulang kembali klaim tersebut pada hari Selasa. “Mereka sangat membutuhkan beras, tapi tidak mau membelinya,” kata Trump. Ia juga menuduh Jepang tidak membeli mobil buatan AS, dan menyatakan: “Kami tidak menjual satu pun mobil kepada mereka selama 10 tahun.”

Namun, data dari Asosiasi Importir Mobil Jepang menunjukkan bahwa Jepang mengimpor 16.707 unit mobil buatan AS tahun lalu.

Trump mengisyaratkan bahwa kemungkinan besar Jepang akan dikenai tarif yang masih belum ditentukan.“Saya akan menulis surat kepada mereka: ‘Terima kasih banyak, kami paham bahwa Anda tidak dapat memenuhi kebutuhan kami, jadi Anda akan membayar tarif sebesar 30%, 35%, atau sesuai angka yang kami tentukan,’” ujar Trump.

Belum jelas apakah pejabat Jepang yang terlibat dalam perundingan perdagangan dengan AS benar-benar menyatakan akan menghentikan pembelian beras dari AS.

Pada hari Rabu, Wakil Sekretaris Kabinet Jepang, Kazuhiko Aoki, menyatakan bahwa perundingan dagang antara kedua negara masih berlangsung. Pemerintah Jepang telah mengetahui pernyataan Trump, namun ia menolak memberikan komentar lebih lanjut.

“Jepang akan terus berkomitmen untuk melakukan diskusi yang sungguh-sungguh dan jujur demi tercapainya kesepakatan yang menguntungkan kedua negara,” ujarnya.

Perundingan perdagangan AS–Jepang masih menemui jalan buntu, terutama terkait tarif mobil, yang merupakan pilar utama ekonomi Jepang. Jepang berharap AS bersedia menurunkan tarif 25% atas mobil, tetapi Trump bersikukuh menolaknya.

Pertemuan antara Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba, dan Presiden Trump di sela-sela KTT G7 pertengahan Juni lalu pun belum menghasilkan terobosan. Meskipun keduanya sepakat untuk melanjutkan negosiasi dagang, pembicaraan tersebut tidak membuahkan kesepakatan konkret.

AsiaproFx adalah pialang berjangka terpercaya di Indonesia yang telah terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI).

Komunitas AsiaproFx

Bergabung bersama Komunitas Whatsapp AsiaproFx

Chat via WhatsApp
Tutup