Yen Jepang Sideways, BoJ Imbangi Permintaan Safe-Haven

Yen Jepang Sideways, BoJ Imbangi Permintaan Safe-Haven

Yen Jepang (JPY) mencoba menguat dari level terendahnya setelah melemah pada sesi Asia hari Kamis, namun penguatannya masih terbatas karena sinyal fundamental yang beragam. Harapan bahwa Bank of Japan (BoJ) akan melanjutkan normalisasi kebijakan moneternya serta kekhawatiran potensi intervensi menopang JPY. Di sisi lain, Dolar AS tertekan oleh ekspektasi kebijakan dovish Federal Reserve, sehingga membatasi kenaikan pasangan USD/JPY di sekitar level 157,00.

Meski demikian, minat beli terhadap Yen masih tertahan oleh data ekonomi domestik yang lemah. Upah riil Jepang pada November tercatat turun dengan laju tercepat sejak awal tahun dan telah mengalami penurunan selama 11 bulan berturut-turut, mencerminkan bahwa kenaikan inflasi masih melampaui pertumbuhan upah. Kondisi ini menambah ketidakpastian terkait waktu kenaikan suku bunga BoJ berikutnya, sehingga membuat pelaku pasar enggan mengambil posisi bullish yang agresif pada JPY.

Sementara itu, data ekonomi AS yang beragam menjaga pasar tetap berhati-hati. Aktivitas sektor jasa AS menunjukkan perbaikan, namun data ketenagakerjaan seperti laporan ADP dan JOLTS mengindikasikan pelemahan permintaan tenaga kerja. Investor kini menantikan laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS pada hari Jumat untuk mendapatkan petunjuk lebih jelas mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed, yang akan menjadi faktor utama dalam menentukan pergerakan Dolar AS dan pasangan USD/JPY ke depan.

#TradingLebihBaik di www.asiaprofx.com
Disclaimer: Transaksi PBK beresiko tinggi. Informasi ini bersifat edukasi, bukan saran investasi. Selalu lakukan analisis pribadi sebelum membuat keputusan trading.

Komunitas AsiaproFx

Bergabung bersama Komunitas Whatsapp AsiaproFx

Chat via WhatsApp
Tutup