WTI Turun di Bawah $65,00 setelah Israel Setuju untuk Gencatan Senjata dengan Iran
West Texas Intermediate (WTI), patokan minyak mentah AS, diperdagangkan di kisaran $64,90 selama perdagangan sesi Asia pada hari Rabu. Harga WTI merosot ke level terendah dua minggu di dekat $64,75 setelah Israel setuju untuk gencatan senjata dengan Iran setelah hampir dua minggu konflik.
Harga WTI turun setelah berita gencatan senjata antara Israel dan Iran. Para investor memprakirakan gencatan senjata antara kedua negara akan mengurangi risiko gangguan pasokan minyak di Timur Tengah. "Jika gencatan senjata diikuti seperti yang diumumkan, para investor mungkin mengharapkan kembalinya normalitas dalam minyak," kata Priyanka Sachdeva, analis pasar senior di Phillip Nova.
Persediaan Minyak Mentah AS mengalami penurunan tajam lainnya minggu lalu. Laporan mingguan American Petroleum Institute (API) menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah di AS untuk pekan yang berakhir 20 Juni turun sebesar 4,277 juta barel, dibandingkan dengan penurunan 10,133 juta barel pada pekan sebelumnya. Sejauh ini tahun ini, persediaan minyak mentah meningkat 3,3 juta barel, menurut perhitungan harga minyak dari data API.
Para trader minyak akan memantau dengan cermat perkembangan seputar konflik Israel-Iran. Setiap tanda eskalasi yang diperbarui dapat meningkatkan kekhawatiran tentang pasokan minyak global, yang mungkin mendorong harga WTI. Stok minyak mentah mingguan dari Administrasi Informasi Energi AS akan diterbitkan nanti pada hari Rabu.
Struktur Pasar
-
Harga turun tajam dari zona supply H1-H4, membentuk struktur Lower Low baru.
-
Saat ini market berada dalam fase konsolidasi minor setelah drop signifikan, menandakan potensi reaksi.
Area Kunci
-
Supply Daily (D1): 68.000 – 69.500
-
Supply Mingguan (W1): 76.000 – 78.500
-
Support minor: 65.000 – 66.000 (reaksi buyer sebelumnya)
kenario Potensi
Skenario Bullish (Countertrend Rejection)
Skenario Bearish (Continuation Trend)
Waspadai potensi news-driven spike, terutama dari data EIA/API dan pergerakan USD Index.
Fokus pada validasi reaksi di zona D1 untuk kejelasan arah selanjutnya.
Hindari entry di tengah – tunggu konfirmasi struktur di zona supply.
#TradingLebihBaik di www.asiaprofx.com
Disclaimer: Transaksi PBK beresiko tinggi. Informasi ini bersifat edukasi, bukan saran investasi. Selalu lakukan analisis pribadi sebelum membuat keputusan trading.