Yen Jepang Meluncur Lebih Rendah atas Laporan Tarif Tambahan 15% AS untuk Semua Impor dari Jepang
Yen Jepang (JPY) melemah sedikit selama sesi Asia pada hari Kamis sebagai reaksi terhadap laporan bahwa Presiden AS Donald Trump dapat memberlakukan tarif tambahan sebesar 15% pada semua impor Jepang. Hal ini, bersama dengan ketidakpastian mengenai waktu kenaikan suku bunga berikutnya oleh Bank of Japan (BoJ) dan nada risiko yang umumnya positif, melemahkan JPY yang merupakan safe-haven. Selain itu, pemantulan moderat Dolar AS (USD) dari level terendah lebih dari satu minggu yang disentuh pada hari Rabu mendorong pasangan USD/JPY kembali di atas mid-147.00 dalam satu jam terakhir.
Sementara itu, BoJ minggu lalu membuka peluang untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut sebelum akhir tahun ini. Sebaliknya, Federal Reserve (Fed) diperkirakan secara luas akan menurunkan biaya pinjaman pada pertemuan kebijakan September, yang dapat membatasi upaya pemulihan USD. Selain itu, prospek kebijakan BoJ-Fed yang berbeda dapat bertindak sebagai pendorong bagi JPY yang berimbal hasil lebih rendah dan menyarankan agar para pedagang bearish berhati-hati. Hal ini membuat kita sebaiknya menunggu beberapa aksi beli lebih lanjut sebelum mengantisipasi pergerakan apresiasi lebih lanjut untuk pasangan USD/JPY.
Yen Jepang tertekan oleh kekhawatiran perdagangan yang diperbarui, meskipun para penjual kurang meyakinkan
Surat kabar Asahi, mengutip seorang pejabat Gedung Putih, melaporkan pada hari Kamis bahwa Presiden AS Donald Trump dapat memberlakukan tarif tambahan sebesar 15% pada semua impor Jepang. AS tidak akan menerapkan pengecualian untuk Jepang untuk produk yang sudah memiliki tarif lebih dari 15%, tambah laporan tersebut.
Ini menambah lapisan ketidakpastian di tengah perkembangan politik terbaru di Jepang. Faktanya, kekalahan Partai Demokrat Liberal yang berkuasa dalam pemilihan dewan tinggi pada 20 Juli menimbulkan kekhawatiran tentang kesehatan fiskal Jepang di tengah seruan dari oposisi untuk meningkatkan pengeluaran dan memotong pajak.
Selain itu, data yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan bahwa upah riil di Jepang turun untuk bulan keenam berturut-turut pada bulan Juni dan memicu kekhawatiran tentang pemulihan yang didorong oleh konsumsi. Ini menunjukkan bahwa prospek kenaikan suku bunga Bank of Japan dapat tertunda dan melemahkan Yen Jepang.
Namun, BoJ telah berulang kali menyatakan bahwa mereka akan menaikkan suku bunga lebih lanjut jika pertumbuhan dan inflasi terus maju sesuai dengan perkiraannya. Hal ini menahan para penjual JPY untuk memasang taruhan agresif dan bertindak sebagai pendorong bagi pasangan USD/JPY meskipun Dolar AS bersifat bearish.
Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak greenback terhadap sekeranjang mata uang, turun ke level terendah satu minggu pada hari Rabu di tengah ekspektasi untuk lebih banyak pemotongan suku bunga daripada yang diperkirakan sebelumnya oleh Federal Reserve tahun ini. Taruhan ini didorong oleh data makro AS yang lebih lemah yang akan datang.
Laporan Nonfarm Payrolls AS untuk bulan Juli menunjukkan penurunan tajam dalam kondisi pasar tenaga kerja. Selain itu, PMI Jasa ISM AS yang dirilis pada hari Selasa menekankan penurunan yang sedang berlangsung pada ekonomi di tengah ketidakpastian seputar kebijakan perdagangan Trump yang tidak menentu.
Hal ini, pada gilirannya, menegaskan taruhan pasar bahwa Fed akan melanjutkan siklus pemangkasan suku bunga pada bulan September dan menurunkan biaya pinjaman setidaknya dua kali sebesar 25 basis poin sebelum akhir tahun. Hal ini membuat imbal hasil obligasi pemerintah AS dan USD tertekan, yang dapat membatasi kenaikan untuk pasangan USD/JPY.
Para pedagang kini menantikan rilis data Klaim Tunjangan Pengangguran Awal mingguan AS, yang akan dirilis pada sesi Amerika Utara nanti. Selain itu, pidato dari anggota FOMC dapat mendorong permintaan USD. Hal ini, bersama dengan berita perdagangan, mungkin mempengaruhi pasangan mata uang ini.
USD/JPY perlu menemukan penerimaan untuk para pembeli mengambil kendali
-
Trend utama masih bullish dengan higher high – higher low yang masih valid.
-
Harga saat ini terkonsolidasi di zona demand minor dengan kemungkinan re-accumulation.
-
Belum ada CHoCH bearish, sehingga struktur naik tetap dominan.
-
Skenario BUY (struktur continuation):
-
Entry: 147.200 – 147.000 (reaksi bullish + candle validasi M15)
-
SL: 146.200 (di bawah demand kuat atau sesuikan dengan MM masing-masing)
-
TP1: 148.000 (struktur high lokal jika break lanjut naik setelah buat NEW POI, baru entry)
-
TP2: 149.500 – 150.500 (zona sweep HH)
-
-
Perlu perhatikan data inflasi AS (CPI) yang akan dirilis dalam waktu dekat — bisa jadi katalis validasi arah breakout.
-
Jika harga membentuk CHoCH + BOS bullish di H1/M30, validasi trend continuation makin kuat.
#TradingLebihBaik di www.asiaprofx.com
Disclaimer: Transaksi PBK beresiko tinggi. Informasi ini bersifat edukasi, bukan saran investasi. Selalu lakukan analisis pribadi sebelum membuat keputusan trading.